Mohon tunggu...
Muthiah Alhasany
Muthiah Alhasany Mohon Tunggu... Penulis - Pengamat politik Turki dan Timur Tengah

Pengamat politik Turki dan Timur Tengah. Moto: Langit adalah atapku, bumi adalah pijakanku. hidup adalah sajadah panjang hingga aku mati. Email: ratu_kalingga@yahoo.co.id IG dan Twitter: @muthiahalhasany fanpage: Muthiah Alhasany"s Journal

Selanjutnya

Tutup

Hukum Pilihan

Cara Trump Menyelesaikan Kasus Jamal Khashoggi

17 Oktober 2018   18:56 Diperbarui: 17 Oktober 2018   19:00 937
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Donald Trump (dok.cnn)

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump telah mengutus Pompeo ke Arab Saudi untuk menyelesaikan beberapa masalah. Salah satunya adalah kasus jurnalis Jamal Khashoggi yang hilang ketika mendatangi konsulat Arab Saudi di Istanbul Turki. Berdasarkan penyelidikan aparat Turki, jurnalis itu telah dibunuh.

Semula, Trump tidak terlalu memberikan perhatian kepada kasus Jamal Khashoggi. Tetapi pers yang memberitakan dengan gencar telah mendorong ia agar lebih concern terhadap masalah itu. Apalagi The Washington Post mengungkap bahwa dinas intelejen Amerika Serikat mengetahui rencana Arab Saudi 'menindak' Jamal Khashoggi.

Trump sudah sepatutnya memberi perhatian. Bukan hanya karena Jamal Khashoggi adalah kolumnis terkenal dari The Washington Post. Jurnalis itu juga sudah menjadi warga negara Amerika Serikat. Dua hal ini yang paling  mendesak Trump untuk menangani kasus tersebut.

Maka diutuslah Pompeo ke Arab Saudi menemui Putra Mahkota, Muhammed bin Salman dan jajarannya. Selain membicarakan tentang 'uang keamanan' yang harus dibayar Arab Saudi kepada Amerika Serikat, juga membicarakan bagaimana menyelesaikan kasus Jamal Khashoggi.

Arab Saudi tidak akan bisa menyangkal bahwa Jamal Khashoggi sengaja dibunuh. Konsulat Arab Saudi tidak bisa membuktikan bahwa jurnalis itu keluar dari kantor konsulat dalam keadaan hidup. Tetapi tidak mungkin menyeret Putra Mahkota untuk bertanggung jawab terhadap pembunuhan itu. Meski empat tersangka merupakan orang dekat sanga Putra Mahkota.

Ada skenario yang telah disusun oleh Amerika Serikat dan Arab Saudi. Begitulah tujuan Pompeo datang ke kerajaan, memberikan pengarahan apa yang harus dilakukan untuk menyikapi kasus ini. Kedua pihak telah berunding dan mencari jalan keluar terbaik.

Menurut CNN dan The Washington Post kemarin, Pompeo mendesak Arab Saudi untuk mengakui adanya pembunuhan itu. Namun Pangeran Muhammed bin Salman tidak dilibatkan. Sangat buruk jika Putra Mahkota dinyatakan memberi perintah untuk membunuh Jamal Khashoggi.

"Upaya di balik layar difokuskan untuk menghindari krisis diplomatik antara dua negara dan telah berhasil menemukan jalur untuk mengurangi ketegangan," kata Ayham Kamel, Kepala bidang Timur Tengah dan Afrika Utara Eurasia Group kepada The Associated Press.

Menurut Ayham Kamel, Riyadh harus memberikan beberapa penjelasan tentang hilangnya jurnalis tersebut. Tetapi dengan cara yang menjauhkan kepemimpinan dari klaim apa pun bahwa keputusan dibuat pada tingkat senior untuk membunuh jurnalis terkemuka itu.

Sedangkan The New York Times melaporkan bahwa istana kerajaan Arab Saudi akan 'mengkambing-hitamkan' seseorang untuk mengakui pembunuhan tersebut. Orang itu adalah pejabat dalam dinas intelejen kerajaan Arab Saudi, yang merupakan orang dekat sang putra mahkota.

Skenario yang telah disusun, putra mahkota menyetujui agar Jamal Khashoggi diinterogasi di Arab Saudi, bukan di Istanbul Turki. Tetapi pejabat intelejen itu secara tragis tidak kompeten dan melanggar perintah. Ia kemudian mengeksekusi Jamal Khashoggi di gedung konsulat.  Sebuah skenario yang rapi agar putra mahkota terbebas dari tuduhan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hukum Selengkapnya
Lihat Hukum Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun