muthiah alhasany
muthiah alhasany writer/blogger, traveller, politician. Pengamat politik Turki dan Timur Tengah

langit adalah atapku, bumi adalah pijakanku. hidup adalah sajadah panjang hingga aku mati

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Pantaskah Erdogan Dijuluki "Sultan"?

13 Februari 2018   17:46 Diperbarui: 13 Februari 2018   17:53 1165 3 0
Pantaskah Erdogan Dijuluki "Sultan"?
Erdogan (dok.AK Parti)

Tahukah anda bahwa di Indonesia, Presiden Turki, Erdogan telah mendapat julukan Sultan? Bahkan salah satu fanspage di facebook bernama Sultan Erdogan. Penggemarnya cukup banyak, mencapai ribuan orang. 

Sedangkan di Turki sendiri, sebagian rakyatnya juga telah menganggap bahwa Erdogan sama dengan Sultan, yang telah membawa Turki kembali pada masa kejayaannya.

Julukan itu diberikan bukan tanpa sebab, bukan pula merupakan pencitraan Erdogan terhadap rakyat Turki. Dia tidak pernah meminta ataupun mengangkat diri sendiri sebagai Sultan. Gelar Sultan datang dari para penggemarnya yang memang menjadi pengagum berat tokoh nomor satu di Turki ini.

Saya sendiri tidak dengan serta merta menganggap dia seperti seorang Sultan. Namun karena bertahun-tahun mempelajari  sepak terjangnya di dunia politik, cara dan strategi yang dijalankannya dalam menjalankan pemerintahan, maka saya menilai bahwa Erdogan layak dianggap sebagai Sultan. Meski para pembencinya atau orang yang tidak menyukainya pasti berbeda pendapat.

Dalam sepuluh tahun terakhir, semenjak Recep Tayyip Erdogan menjadi Perdana Menteri, Turki berkembang sangat pesat. Sebelumnya Turki masih digolongkan menjadi negara-negara ketiga (negara berkembang) sehingga menjadi negara maju di kawasan Teluk Persia dan Timur Tengah. Posisi Turki melesat jauh di atas negara-negara Islam lainnya.

Beberapa fakta yang bisa kita lihat sbb:

1. Stabilitas negara berubah menjadi lebih baik sejak Erdogan tampil memimpin Turki.  Tidak dapat dipungkiri, berbagai resolusi yang diterapkan oleh Erdogan sering menimbulkan pro dan kontra. Kebijakan-kebijakan Erdogan sering mengundang reaksi berlebihan dari partai oposisi dan penganut setia Attaturk. Reaksi yang diwujudkan dengan demontrasi hingga kudeta telah mengguncang stabilitas Turki. Namun hal itu bisa diredam dan dikendalikan oleh Erdogan.

2. Perbaikan fasilitas dan infrasrtuktur yang merata ke seluruh provinsi Turki. Hal ini sangat dirasakan oleh masyarakat Turki. Semua jalan mulus sehingga memudahkan mobilitas masyarakat, terutama untuk mendistribusikan komoditas perdagangan dari daerah masing-masing.

3. Tingkat pengangguran berkurang drastis, dari 11 % turun menjadi 5 %.  Pendapatan rata-rata perkapita $25.000.  Jelas mengungguli negara-negara Timur Tengah lainnya.

4. Istanbul ditargetkan menjadi pusat keuangan internasional teratas menyamai London dan Singapura. Dan hal ini memungkinkan untuk dicapai dalam lima tahun ke depan.

5. Turki menempati peringkat ke 16 perekonomian terbesar dunia. Sedangkan di Eropa, Turki menduduki peringkat keenam. Erdogan berusaha agar Turki mampu menembus peringkat 10 besar dunia.

6. Turki berusaha menarik investasi besar ke seluruh negeri. Bahkan Arab Saudi pun tertarik untuk meningkatkan investasinya di Turki. Erdogan bermaksud membawa Turki menjadi pemain terdepan dunia.

7. Dalam menjalankan taktik politik di dunia internasional, Erdogan mampu bertindak cerdik. Dia berani melawan hegemoni negara-negara Barat, terutama negara-negara adi kuasa. Sementara di sisi lain, ia merangkul negara-negara kuat lainnya untuk mendukung langkah-langkahnya mengamankan Turki.

'Sultan' Erdogan (dok.Ak Parti)
'Sultan' Erdogan (dok.Ak Parti)
Banyak orang menganggap bahwa para penggemar Erdogan adalah orang-orang yang terjebak pada nostalgia masa lalu, dimana Ottoman menjadi kerajaan yang paling disegani oleh dunia Barat. 

Nostalgia ini dapat menjebak kita akan harapan yang berlebihan terhadap Erdogan. Sedangkan kita tahu, negara-negara adidaya tidak akan membiarkan negara Islam manapun menjadi berjaya di dunia politik internasional.

Tantangan terbesar Erdogan adalah menjaga kepercayaan rakyatnya agar tidak menjadi diktator yang kejam dan haus kekuasaan. Kemudian ia harus membuktikan bahwa apa yang dituduhkan oposisi tidaklah benar dengan tetap mengutamakan kepentingan rakyat Turki di atas segalanya. Selain itu Erdogan harus mampu menjaga Turki dari serangan-serangan negara-negara zionis yang berusaha memecah belah Turki.

Erdogan masih akan eksis setidaknya lima tahun ke depan. Apakah dalam kurun waktu itu ia berhasil mewujudkan semua rencananya? Jika rakyat tetap bersatu dalam mendukung Erdogan, maka tak perlu diragukan lagi. Erdogan akan tetap menjadi pemimpin yang dipuja oleh masyarakat Turki dan kaum muslim di seluruh dunia.