Mohon tunggu...
Mahendra
Mahendra Mohon Tunggu... Sejarah mengadili hukum dan ekonomi, sebab sejarah adalah takdir, di satu sisi. *blog: https://mahendros.wordpress.com/ *Twitter: @mahenunja *FB: Mahendra Ibn Muhammad Adam

Sejarah mengadili hukum dan ekonomi, sebab sejarah adalah takdir, di satu sisi. *blog: https://mahendros.wordpress.com/ *Twitter: @mahenunja *FB: Mahendra Ibn Muhammad Adam

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Tahukah Anda 4 Masalah Utama Umat?

13 April 2021   11:02 Diperbarui: 13 April 2021   11:02 36 2 0 Mohon Tunggu...

Pada tahun 2021 dari 7,83 Milyar penduduk dunia  terdapat pengguna internet (internet user) sebanyak 4,66 milyar. Penduduk kota sedunia 56,4 persen. Pengguna internet di dunia 59,5 persen dari total populasi.  Jangkauan internet telah melebihi kecepatan urbanisasi di dunia.

Sejak 2014 hingga 2021 kenaikan rata-rata jumlah user internet  dunia 0,31 Milyar sedangkan kenaikan rata-rata populasi dunia 0,08 Milyar per tahun, sehingga diperkirakan pada tahun 2035 seluruh penduduk dunia akan menggunakan internet. Mungkin beberapa tahun mendatang 80 persen penduduk dunia akan menjadikan desa sebagai kota karena pengaruh jaringan internet khususnya karena meluasnya pembangunan kabel serat optik di bawah tanah.

Di Indonesia  73,7 persen dari penduduknya menggunakan internet artinya dari 274,9 juta penduduk terdapat 202,6 juta pengguna internet di Indonesia. Sedangkan urbanisasi sebanyak 57 persen. Artinya persentase jumlah pengguna internet di Indonesia melebihi persentase penduduk kota.

Pada tahun 2021 rata-rata lama penggunaan internet per hari di Indonesia adalah 8,86 jam dan media sosial 3,23 jam. Sedangkan menonton TV 2,83 jam. Mendengarkan musik streaming 1,5 jam. Bermain video game internet 1,26 jam. Baca media press online 1,63 jam. Mendengarkan podcast  44 menit.

Itulah tantangan yang dihadapi umat dunia khususnya bangsa Indonesia. Umat manusia perlu mengelola aktivitas hariannya penuh dengan kemanfaatan. Lalu bagaimana mengatasi masalah besar umat manusia? Apa masalah utama umat manusia?

Pertama, masalah kesulitan dan kesedihan. Programnya adalah menanamkan pikiran optimis bahwa bersama kesulitan ada kemudahan. Banyak fakta yang memotivasi kita agar bangki dari kesulitan. Bahkan fakta sederhana rajin menggosok gigi lebih mudah daripada sakit dan nyeri di gigi atau berhenti merokok itu lebih mudah daripada menanggung sakit paru-paru. Mulailah dg memijit suami/istri bila kelelahan, atau ketika anak demam. Menonton TV cukup 1 jam saja), jauhi channel TV yang tidak bermanfaat. Cukupkan aktivitas dunia maya, cukup 1 jam saja, atau kurang dari itu lebih bagus. Cukupkan mendengar musik (cukup 15 menit saja) yang tidak memiliki pesan samangat hidup. Kurangi bermain video game internet , cukuplah 30 menit saja atau kurang dari itu. Perbanyak  kedekatan kepada Tuhan dengan membaca kita-Nya atau membaca buku atau keadaan orang-orang yang berhasil. Saat kesedihan menerpa perlu waktu untuk menenangkan diri misalnya membaca, melihat, atau mengunjungi tempat wisata. Buang jauh-jauh rasa iri dan sikap dengki! Mudahlah dalam melupakan kesalahan orang lain yang merugikan pribadi bukan merugikan umat atau alam. Kemudian perbanyaklah mengelola kekurangan diri sendiri.

Pada tahun 2021  berdasarkan laporan "Digital 2021" yang diketuai Simon Kemp diketahui bahwa platform media sosial terpopuler di Indonesia adalah Youtube. Kemudian disusul oleh Whatsapp, Instagram, Facebok, dan Twitter. Pada platform tersebut gunakanlah seluas-luasnya untuk kemanfaatan dan aktivitas positif!

Kedua, masalah kelemahan dan kemalasan. Hadapi kelemahan dengan terus memberdayakan diri misal bangun pagi lebih awal. Hadapi malas dengan cara tidur sejenak saja untuk memulihkan tubuh. Kemudian tanamkan kemauan kuat dan teguh untuk memperbanyak kemanfaatan bagi keluarga maupun masyarakat, misal membiasakan mencuci pakaian, menggosok pakaian dan ikut semangat dalam gotong royong RT dan menggiatkan acara-acara positif. Agendakan jadwal memotong kuku, menjemur kasur, membersihkan kipas dan alat elektronik lainnya. Agendakanlah per harian, jadwal membuang sampah, menyapu lantai, mencuci kendaraan, merapikan ruangan. Semua itu memang susah tapi keuntungannya lebih banyak, di mana pribadi dan lingkungan menjadi indah dan sehat.

Ketiga, masalah kepengecutan dan kekikiran. Kita mengatasi kepengecutan dengan cara menanamkan kepahlawanan dan pengorbanan dan meyakini adanya ganjaran besar yang tersedia di akhirat, juga meyakini Tuhan itu Maha Menolong. Terpenting juga adalah membuat langkah pertama menuju keberanian. Kita mengatasi kekikiran dengan membiasakan diri menabung yang dialokasikan untuk sosial maupun keluarga besar yang membutuhkan dana seperti orang fakir dan miskin.

Keempat, masalah lilitan utang dan kesombongan manusia. Kita mengatasi utang dengan cara melunasinya, dan tidak berutang jika menurut kalkulasi tidak dapat melunasinya. Utang dapat memperbudak seseorang dengan diawali dialog dan kesepakatan sedangkan kesombongan/kesewenangan manusia dapat memperbudak tanpa diawali dialog dan kesepakatan. Kita perlu prioritas mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang menjadi keinginan agar dapat mencegah utang yang membelit. Kita perlu dialog atau menasihati agar orang lain tidak berlaku sewenang-wenang.

Dengan itu semua, insyaallah secara tidak langsung masalah mendesak yang berkaitan dengan pengangguran (lapangan kerja kurang), wabah Covid-19, mahalnya harga kebutuhan pokok, masalah korupsi, dan kemananan dapat diselesaikan dengan bertahap.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x