Edukasi

Tanggung Jawab, Kaum Intelektual serta Wajah Organisasi Farmasi UH

31 Desember 2018   21:07 Diperbarui: 31 Desember 2018   21:12 67 0 0

Pada tanggal 27 Desember 2018, saya dan teman-teman saya telah mendengarkan materi dari kak Bobby Sugara. Beliau adalah Presiden BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) pada periode 2015/2016. 

Materi yang dibawakan oleh kak Bobby berjudul Tanggung Jawab, Kaum Intelektual. Materi ini mengajarkan saya banyak hal mengenai kata "intelektual". Intelektual adalah kaum yang mempunyai pendidikan yang tinggi yang lebih merujuk kepada para mahasiswa yang memiliki akal dan pikiran dimana mahasiswa ini memiliki peran yang sangat penting kepada masyarakat. 

Disini terdapat piramida penduduk, yaitu masyarakat (paling dasar), mahasiswa (tengah), dan pemerintah (atas). Pemerintah bertugas sebagai pemberi kebijakan sedangkan mahasiswa dan masyarakat memiliki tugas sebagai penerima kebijakan dari pemerintah. Nah, pada piramida penduduk ini mahasiswa memiliki peran terhadap masyarakat, yaitu kita sebagai mahasiswa mempunyai pemikiran sudah sepantasnya menolong masyarakat dan diri kita sendiri jika di jatuhi oleh sesuatu yang tidak dapat diterima, misalnya kenaikan harga subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). 

Dan jika di kampus kita sebagai mahasiswa memiliki pula peran untuk masyarakat, yaitu melalui BEM dalam sebuah organisasi. Kita sebagai masyarakat jangan sekali-kali mengabaikan masyarakat dimana kita ini selalu berorientasikan kepada pelayanan kepada masyarakat bukan berorientasikan bisnis. Sesuai dengan saya sebagai mahasiswa Fakultas Farmasi, yaitu calon farmasis ataupun apoteker, dimana profesi ini sangat berkaitan erat dengan bagaimana hubungan kita kepada masyarakat.

Dengan cara kita harus menambah pekerjaan kepada masyarakat dan jangan sekali-kali kita ingin membandingkan uang dengan nyawa seseorang. Maksudnya kita yang akan menjadi seorang farmasis dimana profesi ini adalah profesi yang berhubungan dengan obat-obatan dan cara kita memberikan cara untuk sembuh kepada masyarakat melalui obat tersebut, oleh karena itu kita jangan sekali-kali ingin membandingkan uang dengan nyawa seseorang. 

Kita sebagai mahasiswa dituntut untuk memiliki jiwa kritis berhubungan dengan profesi kita ke depan, contohnya kita sebagai mahasiswa Farmasi berniat dari awal untuk mengubah warna jas apoteker. 

Dalam materi ini dibahas pula Tri Darma Perguruan Tinggi, dimana yang paling dasar ialah pendidikan, lalu kedua penelitian contohnya dalam rangka kegiatan pembuatan skripsi, dan teratas yaitu pengabdian contohnya dalam kegiatan Kerja Kuliah Nyata (KKN). Berhubungan dengan organisasi yang ada dalam Fakultas Farmasi, yaitu Keluarga Mahasiswa Fakultas Farmasi (KEMAFAR). Dimana telah diketahui bahwa mahasiswa baru belum bisa langsung masuk dalam KEMAFAR, melainkan harus bisa melalui beberapa proses untuk masuk ke dalam KEMAFAR, namun bagaimana cara mahasiswa itu untuk dapat berperan penting dalam masyarakat? 

Yaitu dengan melakukan aspirasi kepada masyarakat, karena belum menjadi anggota KEMAFAR, maka mahasiswa baru dapat beraspirasi namun tidak dapat menuntut karena belum masuk sebagai anggota KEMAFAR. Maka motivasi yang saya dapatkan, yaitu kita dapat memberi ilmu secara gratis kepada masyarakat bukan berarti dengan memberi obat secara gratis kepada masyarakat.

Selanjutnya pada hari kedua, pada tanggal 28 Desember 2018, saya dan teman-teman saya telah mendengarkan materi dari kak Budiman Yasir, S.Si., Apt.. Beliau adalah Presiden BEM tahun 2012. Materi yang dibawakan oleh kakak adalah Wajah Organisasi KEMAFAR-UH. Telah diketahui bahwa Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin berdiri pada tanggal 17 Agustus 1963. 

Dalam Fakultas Farmasi terdapat suatu organisasi yang bernama Keluarga Mahasiswa Farmasi (KEMAFAR). Tujuan dari KEMAFAR-UH adalah untuk membentuk mahasiswa menjadi insan yang beriman dan bertakwa, berwawasan, mandiri, dan berjiwa sosial. Sebelum masuk dalam KEMAFAR maka harus mengikuti persyaratan dan proses-proses, yaitu pembinaan yang dilakukan dalam beberapa tahap antara lain Pra Resep (Reformulasi Sikap, Etika, dan Pola Pikir), Resep, Pra PDKMF, PDKMF, dan Obat. 

Dimana pembinaan ini bertujuan untuk menanamkan nilai moral dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di suatu organisasi guna mencapai tujuian bersama. Terdapat struktur organisasi KEMAFAR-UH, yaitu dibawah KEMAFAR-UH terdapat kongres, KPU, dan Kongres Luar Biasa. Lalu, dibawah kongres, KPU, dan Kongres Luar Biasa terdapat BEM yang bertugas sebagai pelaksana harian eksekutif, Maperwa yang bertugas sebagai pengawasan fungsi legislatif dan yudikatif serta menanyakan kepada BEM apa-apa saja yang telah dilakukan, dan anggota yang terbagi menjadi biasa dan luar biasa (perbedaan khusus anggota biasa dan luar biasa adalah jika anggota biasa, mereka dapat memilih, dipilih, dan mengeluarkan pendapat, sedangkan anggota luar biasa hanya dapat mengeluarkan pendapatnya), setelah itu, dibawah BEM terdapat UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang bertugas untuk melaksanakan kegiatan minat dan bakat anggota KEMAFAR, terdapat beberapa UKM, yakni :

  • PRC (Pharmacy Rescue Committee) yang bergerak dalam bidang kemanusiaan, dimana salah satu kegiatannya yang saya ketahui adalah melaksanakan diksar digunung-gunung, mereka dilatih fisik dan sebagainya
  • Critis (Consociatio Auri Cogitantis) yang bergerak dalam bidang ilmu pengetahuan
  • PSC (Pharmacy Sport Communitte) yang bergerak dalam bidang olahraga, mereka di tes latih fisiknya
  • Pharco (Pharmacy Art Community) yang bergerak dalam bidang kesenian
  • Lege Artis yang bergerak dalam masalah jurnalistik.

Terdapat pula ISMAFARSI (Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia), dimana Kota Makassar merupakan wilayah ke-4 dari 9 wilayah. ISMAFARSI ini bertugas mencakup seluruh lembaga-lembaga yang ada di Indonesia. 

Dalam materi ini pula saya belajar mengenai organisasi, dimana organisasi merupakan suatu wadah tempat 1 atau lebih orang yang memiliki tujuan yang sama untuk dicapai serta tempat melatih skill dan menambah pengalaman kita. Tidak ada pemahaman bahwa organisasi akan menghambat akademik. 

Melainkan kita sebagai mahasiswa lebih baik selain mengikuti akademik juga mengikuti organisasi, kita harus cerdas dalam menyeimbangkan dua hal tersebut. Seperti organisasi dalam Fakultas Farmasi adalah KEMAFAR, khususnya mahasiswa baru belum boleh masuk ke dalam organisasi tersebut melainkan harus melalui beberapa persyaratan dan proses-proses. 

Membahas tentang BEM, BEM ini pertama kali diketuai oleh kak Muksin Darise pada tahun 1963 yang dimana pada saat itu masih dalam Himpunan Mahasiswa Farmasi (HMF) karena masih satu fakultas dengan MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) pada bulan Juli 1998. Pada tahun 2007 baru farmasi membangun fakultasnya sendiri, yaitu Fakultas Farmasi. 

Jika telah menjadi anggota KEMAFAR, maka dalam BEM kita akan disibukkan dengan berbagai kegiatan, seperti diskusi, pelantikan, rapat koordinasi, sosialisasi kepada mahasiswa baru, audensi lembaga kemahasiswaan KEMAFAR, rapat dengan wakil dekan I yakni pak Subehan, S.Si., M.Pharm.Sc., Ph.D., Apt., dan rapat dengan wakil dekan II Almh. Dr. Rahmawati Syukur, S.Si., M.Si., Apt.. 

Maka motivasi yang telah saya dapatkan di awal pembinaan ini, yaitu ketika kita telah mengikuti organisasi maupun menjadi asisten maka bukan berarti kita melupakan akademik melainkan dari situlah kita mulai melatih skill dan menambah pengalaman kita serta mengenal banyak orang yang akan berguna jika kita aplikasikan dalam dunia kerja kita, dan jangan sampai kita membuang waktu dalam pendidikan serta jalani semester-semester selanjutnya dengan baik dalam farmasi.