Mohon tunggu...
Emah Yusianti
Emah Yusianti Mohon Tunggu... Mahasiswa - UPN Veteran Yogyakarta

Menulislah, karena tulisan kita lebih panjang umur daripada usia kita

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Nonton KKN Di Desa Penari Dahulu, Kesurupan Kemudian

16 Mei 2022   17:40 Diperbarui: 17 Mei 2022   15:05 640 9 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Lokasi menonton: Dakota Cinema Cilacap Jawa Tengah 2 Mei 2022/dokpri

Ada banyak indikator yang harus disebutkan untuk mengatakan bahwa suatu industri film dikatakan maju. Beberapa indikator itu sebutlah kualitas film, kuantitas penonton, keragaman genre dan jumlah produksi. Lantas, dengan indikator-indikator itu, apakah industri film di Indonesia dapat dikatakan sudah mengalami kemajuan? Tentu saja iya, hal ini bisa dilihat dari semakin meningkatnya antusiasme penonton dan produksi film yang berlomba-lomba untuk semakin meningkatkan kualitas film mereka dengan genre yang beragam. Terbukti dari kesuksesan yang telah diraih pada tahun 2019 yaitu banyak sekali film-film Indonesia yang penontonnya melebihi 1 juta sebut saja Dilan 1991, Dua Garis Biru, Danur 3, Bumi Manusia, dan lain-lain.

Tidak cukup sampai disitu, serial We TV Original yang berjudul Little Mom bahkan meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada tahun 2021. Penghargaan ini diberikan karena serial yang dibintangi oleh aktris cantik Natasha Wilona ini mencapai trending di 22 negara dan bahkan trending di banyak media sosial lainnya hanya dalam jangka 48 jam. Ini adalah pencapaian yang sangat luar biasa karena drama Indonesia juga ternyata bisa trending di luar, diapresiasi dan bahkan diakui sampai tingkat internasional.

Nah ngomong-ngomong soal film terbaru yang sedang trending, sebut saja salah satunya adalah "KKN di Desa Penari" hasil produksi dari PT MD Pictures. Film ini adalah film yang sangat-sangat saya dan kalian tunggu sejak 2019. Saya masih ingat dengan jelas ini pernah menjadi sangat trending di twitter saat thread ini ditulis oleh sebuah akun bernama SimpleMan. Akhirnya setelah film itu ditayangkan sejak tanggal 30 April 2022, saya pun segera menontonnya dengan teman-teman pada lebaran hari kedua. 

Film yang dikatakan digarap dengan dana 15 milyar ini telah mendapat jumlah penonton yang sangat fantastis mencapai 4 juta lebih hanya dalam 13 hari penayangan. Hal ini adalah bukti dari industri per-film-an yang semakin maju. Film berkualitas ditambah dengan kuantitas penonton yang semakin antusias dan lagi, MD Pictures sebagai pembuat film ini memang memiliki komitmen yang kuat untuk selalu memproduksi film yang berkualitas.

Lalu apakah film ini memang se-worth it itu untuk ditonton? Jika kita melihat berbagai review di sosial media banyak sekali penonton yang kecewa dengan film ini. Apa sih yang membuat mereka kecewa? Perspektif orang memang berbeda-beda, akan tetapi saya juga bisa merasakan kekecewaan mereka karena berangkat dari penilaian jujur saya film yang bergenre horror itu hanya sedikit mengandung unsur horror namun bisa saya katakan kisah itu sangatlah tragis jika memang benar-benar diangkat dari kisah nyata, saya tidak akan bisa hidup dengan sama lagi jika saya adalah salah satu anggota dari kelompok kkn itu. Baiklah, kita langsung ke sinopsis dan review saja se-horror apakah film ini sampai-sampai membuat beberapa penonton kesurupan setelah menontonnya

Sinopsis KKN di Desa Penari

Desa tempat kelompok kkn tersebut adalah desa yang cukup mistis. Diceritakan ada siluman ular yang bernama Badarawuhi yang menginginkan tumbal. Tumbalnya pun harus yang masih muda lagi perawan. Gayungpun bersambut, datanglah sekelompok mahasiswa kkn yang beranggotakan 6 orang yaitu Ayu, Nur, Widya, Bima, Wahyu,dan Anton ke desa tersebut. Ada 1 orang yang memenuhi kriteria yaitu gadis bernama Widya. Untuk mendapatkan Widya, Badarawuhi memperalat 2 temannya yang sedang dibutakan oleh ego yaitu Bima dan Ayu. Bima yang memang menyukai Widya dan Ayu yang menyukai Bima.

Badarawuhi memanipulasi Bima dengan cara Bima harus berhubungan badan dengannya lalu Bima akan mendapatkan pelet (kawaturih) untuk memikat Widya. Setelah mendapatkan kawaturih itu Bima menyuruh Ayu untuk memberikan kawaturih itu kepada Widya. Tentu saja Ayu cemburu dan tidak memberikannya. Melihat rencananya tidak berjalan mulus, Badarawuhi ini kemudian mendatangi Ayu dan mengiming-imingi akan memberikan selendang untuk memikat Bima, dan Ayu pun akhirnya luluh. Singkat cerita Ayu memang mendapatkan momen itu dan melakukannya dengan Bima di tempat keramat yang malangnya membuat semua penghuni alas murka.

Ayu memang melakukan yang diperintahkan Badarawuhi. Namun rencana itu lagi-lagi gagal karena seorang teman yang bernama Nur memiliki indra ke-6 dan menemukan selendang serta kawaturih tersebut dan menyitanya. Akhirnya sebagai kekecewaan Badarawuhi yang tidak bisa mendapatkan Widya dan juga Nur (karena meskipun Nur masih muda dan perawan namun Nur ini memiliki pelindung kuat yang disegani oleh Badarawuhi), Badarawuhi mengambil Sukma Bima dan Ayu sebagai pelunasan denda karena mereka melakukan hal terlarang ditempat keramat dan untuk misi yang tidak selesai.  Akhir cerita, Bima dan Ayu meninggal.

Review

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan