Mohon tunggu...
Elvis Napitupulu
Elvis Napitupulu Mohon Tunggu...

I am learning to be more productive....

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

KTT ASEAN dan Wanita-Wanita Cantik

23 November 2011   03:35 Diperbarui: 25 Juni 2015   23:19 699 1 6 Mohon Tunggu...

[caption id="attachment_150974" align="aligncenter" width="300" caption="Yingluck Shinawatra"][/caption] KTT ASEAN ke-19 akhirnya telah dilaksanakan di Bali pada tanggal 18-19 November 2011 diiringi dengan berakhirnya keketuaan Indonesia di ASEAN. Kesibukan semua unsur pemerintah dari mulai pusat sampai daerah dalam mensukseskan keketuaan Indonesia berakhir tanpa hasil yang nyata bagi masyarakat Indonesia apalagi untuk warga negara ASEAN lainnya. Di balik semua kesibukan pemerintah yang tidak jelas arahnya tersebut, ada satu isu yang menarik perhatian saya yaitu munculnya wanita-wanita cantik dalam KTT ASEAN di Bali tersebut. Sepanjang pengamatan saya, dari sekian banyak wanita-wanita cantik yang muncul di Bali, saya menilai hanya satu yang pantas hadir di KTT. Sisanya sangat tidak penting dan mengganggu.

Wanita cantik pertama dan satu-satunya yang kehadirannya punya makna penting di KTT tentunya adalah Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra. PM yang merupakan adik dari PM Thailand sebelumnya, Thaksin Shinawatra, menjadi PM termuda dalam sejarah Thailand selama kurun waktu 60 tahun terakhir. Yingluck menjadi PM pada umur 44 tahun setelah menang pemilu dimana partai yang dipimpinnya menguasai 265 kursi dari 500 kursi di parlemen Thailand. Untuk menilai kecantikannya, anda bisa melihat sendiri fotonya. Pasti anda kagum dengan keindahannya apalagi kalau dibandingkan dengan sebelahnya. Kehadiran sang PM cantik membawa kesegaran tersendiri dalam penyelenggaraan KTT dan tentunya berhasil mengurangi kepenatan para peserta KTT.

Wanita-wanita cantik lainnya adalah wanita-wanita berkebaya yang muncul di berbagai media publikasi Kementerian Informasi dan Komunikasi seperti di spanduk, umbul-umbul, baliho, dan goody bag media. Entah apa yang ada di pikiran para pejabat di Kementerian tersebut ketika memunculkan wanita-wanita cantik tersebut, yang pasti hadirnya wanita-wanita cantik tersebut menghiasi media-media publikasi tersebut sama sekali tidak bermakna positif. Jika anda datang ke Bali pada waktu pelaksanaan KTT, maka di sepanjang jalan anda akan melihat spanduk, umbul-umbul, baliho, yang lengkap dengan gambar wanita-wanita cantik tersebut. Bahkan ketika saya berkunjung ke registrasi media, saya melihat semua goody bag yang diberikan ke wartawan dihiasi dengan gambar wanita cantik tersebut. Dan ternyata si wanita cantik tidak hanya hadir di Bali, tetapi juga hadir di berbagai media publikasi yang dipajang di jalanan Jakarta khususnya di wilayah bandara Soekarno-Hatta.

Pertanyaan pertama yang melintas di kepala saya ketika melihat gambar wanita-wanita cantik tersebut adalah “siapakah mereka?”, karena saya sama sekali tidak pernah melihat mereka selama ini. Saking penasarannya, saya mencoba bertanya kepada beberapa teman melalui berbagai jejaring sosial namun hingga sekarang belum ada yang tahu asal-usul wanita-wanita cantik di spanduk tersebut. Mungkinkah ada kompasioner yang mengetahui?

Pemikiran selanjutnya yang muncul adalah kenapa mereka ada di publikasi-publikasi itu dan kenapa harus ada gambar wanita cantik di publikasi KTT ASEAN yang dikeluarkan Kominfo. Akhirnya bermunculan berbagai asumsi dari mulai yang baik hingga asumsi jelek. Asumsi paling melekat di pikiran saya adalah apakah kita “jualan”, karena saya tidak habis pikir apa signifikansi wanita-wanita cantik tersebut dalam sosialisasi KTT. Dalam analisis saya, SAMA SEKALI TIDAK ADA.

Mudah-mudahan asumsi saya sama sekali salah karena kalau benar, alangkah bobroknya para pejabat negara ini kalau sampai harus menggunakan pendekatan-pendekatan negatif untuk mensosialisasikan kebijakan-kebijakan publik ataupun pelaksanaan kegiatan negara seperti KTT.

Salam ASEAN Way

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x