Mohon tunggu...
ELSA WULANDARI
ELSA WULANDARI Mohon Tunggu... Mahasiswa - Agriculture Engineering Universitas Jenderal Soedirman

Hallo! Saya Elsa Wulandari. Tulisan ini memuat mengenai Opini dan Hasil kajian. Selamat Membaca, semoga bermanfaat!!

Selanjutnya

Tutup

Sehat dan Gaya

Berani Dianggap Bodoh

14 Mei 2022   20:04 Diperbarui: 14 Mei 2022   20:05 259 2 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Gaya Hidup. Sumber ilustrasi: PEXELS

Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia bodoh merupakan suatu kondisi dimana seseorang tidak mudah mengerti terhadap suatu hal yang dikerjakan dan tidak memiliki banyak pengetahuan.

Dapat dikatakan bahwa sebagian orang tidak akan pernah mau jika dianggap bodoh, dan merupakan sikap naluriah seorang manusia.

Anggapan bodoh yang dihindari dan banyak orang yang mengusahakan untuk tidak mendapatkan cap tersebut. Mungkin seseorang akan menolak untuk bertanya, karena ketakutannya terhadap penilaian orang. Mungkin juga seseorang akan terseok-seok mengusahakan sesuau diluar kendali atau kemampuannya. Alih-alih mendapatkan pujian kepintaran justru Lelah yang didapat. Lelah untuk fokus pada hal diluar kemampuan, demi mendapatkan validasi dari banyak orang. Padahal, mungkin banyak keahlian lainnya yang justru jelas-jelas sudah dipunyai. Dalam hal ini, bukan berarti tidak mau menerima hal baru, namun akan lebih optimal jika anda dapat fokus terhadap hal yang jelas dipunya dan dapat dikendalikan. Tidak memaksakan diri untuk menjadi sempurnanya kata dari orang lain.

Contoh yang paling nyata disini adalah pada seorang penulis atau content creator lainnya. Keinginan untuk menyampaikan sesuatu hal yang penting dan urgent, namun terdapat kekeliruan dalam membungkusnya. Stigma dan Salah kaprah yang mungkin dinormalisasikan bahwa hasil keren yang kita kerjakan adalah dimana Ketika kita menulis dengan Bahasa-bahasa tinggi yang tidak dapat dimengerti oleh orang awam, merasa paling pintar jika seseorang tidak dapat memahami isi tulisannya. Takut dianggap bodoh karena kesederhanaan Bahasa yang dibawakan dalam tulisannya. penggabungan penggunaan Bahasa asing. Alih-alih ingin dirasa pintar dalam hal penguasaan Bahasa asing, padahal justru malah tidak memperkirakan dengan jeli bahwa tidak semua orang dapat menerjemahkan bahasa asing dengan baik dan benar, serta kondisi dimana kita menyampaikan sesuatu sederhana yang dibungkus dalam kekompleksitasan penyampaian.  

Padahal itu merupakan suatu hal yang keliru.

Jangan takut untuk dianggap bodoh, apa lagi jika mau menyampaikan sesuatu, dimana sasarannya masyarakat umum yang awam. Karena pada dasarnya, lebih sulit menyampaikan suatu hal kompleks menjadi sederhana, baik dalam segi tulisan, penyampaian, atau Bahasa yang digunakannya.

Anggapan bodoh bukanlah hal yang ada dalam kendali kita. Cobalah memaknai kata bodoh dalam sisi yang lebih positif lagi. Jujur dehh.. pasti kalian akan merasa lebih puas dan lega jika sesuatu yang ingin kalian sampaikan dapat dimengerti oleh orang lain dan kalianpun tidak susah payah mencari kata atau kalimat-kalimat asing agar terlihat keren yang justru menghambat pemahaman si penerima. Anda akan lebih lihai dan terarah dalam menceritakan semuanya.

Contoh kasus lainnya yaitu Ketika bertanya dan menyampaikan pendapat yang beda dengan Sebagian pihak yang terlibat. Perbedaan yang justru malah dianggap aneh. Memang butuh kemampuan ekstra untuk rela menerima perkataan bodoh. Namun yang perlu dijadikan catatan disini adalah, apakah dengan kalian bertanya atau menyampaikan sesuatu yang berbeda lalu kalian anggap diri kalian bodoh? Aneh? Berbeda dari yang lain? Tidak bukan? Karena pada dasarnya, munculnya pertanyaan itu karena ketidak tahuan kita terhadap sesuatu hal yang memang benar-benar ingin ditanyakan agar mendapatkan kejelasan dan titik terangnya, dan itu semua bukanlah hal bodoh.

Jadi, tidak perlu takut dengan anggapan orang. Fokuslah terhadap diri, fokus terhadap hal-hal yang memang bisa diusahakan dan kendalikan.

 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sehat dan Gaya Selengkapnya
Lihat Sehat dan Gaya Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan