Mohon tunggu...
Elsa Valent
Elsa Valent Mohon Tunggu... Bukankah tulisan begitu menarik?

Mengeksplorasi pengetahuan dengan membaca. Berbagi pengetahuan dengan menulis.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Ayah, Pahlawan Pertama

1 Juni 2020   08:08 Diperbarui: 1 Juni 2020   08:32 2244 16 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi | Ayah, Pahlawan Pertama
unsplash.com /Derek Thomson

Sejauh nafas ini kutahu ayah adalah batu
Dalam perkataannya ia keras
Dalam tidurku ia menjaga dengan hangat
Satu yang selalu dapat kuandalkan

Aku masih asing dengan dunia ini
Apa yang kulakukan adalah menirumu
Bagaimana harus berlaku bijaksana
Bagaimana cara berjalan dan mengomel

Bersamanya terbang bebas menjelajah mimpi
Terbang dengan laju dan megahnya
Tutup mata dengan erat agar kering oleh angin
Tak perlu takut nanti jatuh ke bawah

Jauh sebelum aku mampu mengingat namaku sendiri
Sudah lebih dulu aku mengingat dan mengenal dirimu
Tanpa sosokmu yang menjadi panutanku akan goyah diriku
Langit-langit di mimpiku akan runtuh

Kitalah pemain yang menjelajahi batas-batas mimpi
Kita bermain-main di gumpalan awan-awan
Menyelami lautan di bawah kemilau matahari
Menghantarkannya kembali ke barat

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x