Humaniora

Prajurit dan Persit Belajar Jadi Pribadi Magnetik

13 Oktober 2017   16:48 Diperbarui: 13 Oktober 2017   17:07 149 0 0
Prajurit dan Persit Belajar Jadi Pribadi Magnetik
whatsapp-image-2017-10-13-at-16-29-55-59e08bc57aafb2575f23ec22.jpeg

Sebagai makluk sosial, kita tidak bisa terlepas dengan komunikasi dengan orang lain, karena hanya melalui komunikasi kita dapat saling saling memberi dan menerima informasi yang dibutuhkan. Namun terkadang didalam komunikasi yang kita lakukan tidak mendapat sambutan/respon positif dari lawan bicara kita, sehingga apa yang kita harapkan tidak dapat kita raih dan atau bahkan justru menjadi sebuah permasalahan baru diantara kita.

Menyadari hal tersebut serta untuk menambah wawasan dan pengetahuan Prajurit dan Persit Kodam IV/Diponegoro, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sualiman  mengadakan acara motivasi kerja oleh Bapak Hadjar Seti Adji kepada prajurit TNI dan ASN serta keluarga Kodam IV/Diponegoro di Balai Diponegoro, Jum'at (13/10/2017).

"Sebagai Pangdam IV/Diponegoro saya tidak akan  lelah untuk memberikan pembekalan dan ilmu yang bermanfaat kepada seluruh prajurit Kodam IV/Diponegoro, oleh karena itu hari ini saya mengundang Pakar Komunikasi yang juga Motivator handal Ir.Hadjar Seti Adji, MEng,Sc yang akan berbagi ilmu kepada kita", ungkap Pangdam.

Sementara itu, Ir.Hadjar Seti Adji, MEng,Sc dalam ceramahnya menyampaikan,  bahwa agar kita dapat memberikan dan mendapatkan informasi yang kita butuhkan, setidaknya kita harus memahami 3 hal penting terkait sifat dasar manusia diantaranya manusia tidak suka diritik/disalahkan/disudutkan, manusia cenderung senang di puji dan diberi penghargaan, maka segeralah beri perhatian sekecil apapun itu, jangan tunggu hasil akhir dan manusia cenderung tergerak melakukan sesuatu karena ada kepentingan pribadinya.

Lebih lanjut dijelaskan, setelah kita memahami 3 sifat dasar manusia tadi, kita juga perlu mengetahui tipe dari lawan bicara yaitu tipe melihat (Visual), dengan mendengarkan (Audiotorial)  dan merasa/meraba (Kinesthetic).

Dengan minimal memahami sifat dasar manusia dan type orang dalam berkunikasi, niscaya apa yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik oleh orang lain.