Mohon tunggu...
El Sanoebari
El Sanoebari Mohon Tunggu... Penulis - Salah satu penulis antologi buku "Dari Pegunungan Karmel Hingga Lautan Hindia".

Menyukai pekerjaan literasi & kopi | Suka buku filsafat, konseling dan Novel | Jika harus memilih 2 hal saat jenuh saya akan makan banyak dan traveling | Suka belajar hal yang baru | Saya suka berpikir random, demikian dalam menulis | Imajinatif | Saya suka menulis Puisi dan cerpen sejak SD, yang terkubur di dalam laptop | Bergabung menjadi kompasianer merupakan tantangan yang menyenangkan | Saya suka segala hal yang menantang | Cukup ya, terlalu banyak

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Perahu

11 November 2022   17:00 Diperbarui: 12 November 2022   08:25 93
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto : Desain pribadi, Canva

Kau itu pasir di tepi pantai
Peraduan ragaku menepi
Kala lelahku terabaikan oleh buritan

Kau itu angin di pusaran laut
Tubuhku yang mungil nyaris terpaut
Tatkala selebu menerjang, garang.

Pula, kau itu bagai ombak besar
Menderu-deru di dalam jiwa
Menakutkan laksana lara tanpa penawar

Tapi kau itu obat bagi pedihku
Kala susah payah perahu kukayuh
Tanpa hasil kutarik jalaku
Bermandi air garam dan peluh

Kau cukup bagiku
Meski telah terombang-ambing di tengah lautan
Dan seluruh upaya telah percuma
Untuk menjadi separuh dari mimpimu

Bahkan tanpa isyarat kau pergi dan aku merana
Kau menggores perih di jiwa
Bagai ditusuk sembilu
Menggarit luka di sekujur raga
Meretas tautan antara batin kita

Telah sia-sia pencarian panjangku
Keluhku sepanjang perjalanan
Namun tetap berharap berbaring tanpa penyesalan
Di pantaimu.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun