Humaniora

Bangga, Bisa Berbagi Untuk TNI

13 Oktober 2017   16:39 Diperbarui: 13 Oktober 2017   17:20 172 0 0
Bangga, Bisa Berbagi Untuk TNI
whatsapp-image-2017-10-13-at-16-29-52-59e089bc4869322e3d440e03.jpeg

Siapa yang tak kenal pakar komunikasi dan motivator sekelas Bapak Ir. Hadjar Seti Adji, M.Eng Sc. Pria kelahiran Makasar 52 tahun lalu, sudah sering naik turun panggung  memberikan motivasi baik ditingkat nasional maupun internasional. Namun tatkala diundang Kodam IV/Diponegoro pada Jum'at 13 Oktober 2017, Kepala Bagian Divisi Pengembangan PTPP ini mengungkapkan kebanggaannya.

"Luar biasa..... Baru kali ini saya dapat menjadi pembicara yang diikuti oleh Pangdam hingga Babinsa bahkan Ibu Persitnya, biasanya saya hanya diundang untuk memberikan motivasi kepada para perwira/pejabat saja, tapi kali ini sungguh luar biasa ",  ujar Ir. Hadjar mengawali pembicaraannya.

Menyikapi perkembangan jaman seperti saat ini, dihadapan ribuan peserta yang  terdiri dari prajurit, ASN dan anggota Persit Kodam IV/Diponegoro, Ir. Hadjar menekankan pentingnya membagun generasi penjaga NKRI.

"Hanya prajurit terbaiklah yang mampu membentuk generasi penjaga NKRI", tegas pria lulusan University of New South Wales, Sydney, Australia ini.

Karena ribuan prajurit Kodam IV/Diponegoro merupakan motivator bagi generasi muda untuk menjadikan mereka generasi yang mampu mempertahankan dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa Babinsa merupakan ujung tombak pelaksanaan tugas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, harus bisa menyampaikan informasi dalam rangka membangun generasi muda yang berkualitas. Salah satu informasi yang dilaksanakan adalah penanaman wawasan kebangsaan kepada para generasi muda. Hal ini sangat penting mengingat generasi muda merupakan generasi penerus kehidupan bangsa dan Negara. 

Terlebih lagi, dengan perkembangan teknologi yang berkembang pesat saat ini, dimana media sosial dijadikan senjata untuk saling menyerang dan saling menghancurkan. Apabila mereka tidak bisa memilih dan memilah informasi yang benar dan yang salah, yang boleh dan yang tidak maka bisa berdampak pada rusaknya tatanan kehidupan khususnya generasi muda.