Mohon tunggu...
elpiduslaki
elpiduslaki Mohon Tunggu... Pendidikan adalah belajar sepanjang hidup

Takut akan Tuhan adalah permulaaan pengetahuan

Selanjutnya

Tutup

Fesyen

WARGA TRANSNMIGRASI DESA TRIPARIQ MAKMUR PUNYA CERITA SEBELUM TIBA DI LOKASI YANG DIJANJIKAN PEMERINTAH TRANSMIGRASI PADA TAHUN 1992

23 Mei 2020   01:46 Diperbarui: 25 Mei 2020   19:53 23 1 0 Mohon Tunggu...

Awal sebelum keberangkatan dan saat keberangkatan dari kampung halaman Nusa Tenggara Timur (Tahun 1992)

Tentunya pada masa itu Kementerian Transmigrasi bekerjasam dengan instansi terkait dan pihak PT. Anangga Pundinusa untuk mempromosikan program pemerintah bagi warga NTT untuk ikut Program transmigrasi.

Menurut sejarah dari para Tetua (Bapak Yohanes Kusisusu, Bapak Kornelis Haumeni, Almarhum Bapak Nikolas Laki, dan tentu masih banyak tokoh masyarakat yang tidak saya tuliskan) terdapat beberapa janji perusahaan dan pemerintah tentang nasib warga yang ingin mengikuti program Transmiggrasi.

Warga diberi janji bahwa semua fasilitas sudah ada, warga Trans tinggal menikmati. Fasilitas yang ada antara lain rumah, Toilet, sarana air bersih, alat pertanian, lampu listrik dan hal yang membuat warga menjadi tertarik adalah telah disediakan lahan usaha dan lokasi karet bagi warga yang ingin ikut. 

Saat itu warga amat antusias mengingat di kampung halaman sendiri belum tersedia semua yang disampaikan pihak pemerintah dan perusahaan (PT. Anangga Pundinusa). Warga mulai berbondong-bondong mendaftarkan diri dan dikarantinakan di kupang tepatnya di Taman Ria (Teno). warga yang terdaftar saat itu berjumlah 63 Kepala Keluarga (KK), yang masing-masing memiliki KK pengikut (keluaga yang belum berumah tangga tetapi ingin ikut merantau). sehingga jika di hitung dalam jiwa terdapat ratusan jiwa yang akan diberangkatkan ke Lokasi Transmingrasi (Kalimantan Timur).

Kurang lebih dalam satu minggu warga dikarantina dan mendapatkan sosialisasi tentang apa yang akan dilakukan di tempat tujaun (Lokasi Trans HTI). rencananya warga akan diberangkatkan melalui tranportasi laut. Saat itu warga tidak pernah tahu kapal penumpang seperti apa dan kapal hewan itu seperti apa. Namun karena sengatnya warga tetap antusias dan siap untuk diberangkatkan.

Kira-Kira tanggal 1 Deseber 1992 pukul 09.00 wita, warga yang akan berangkat mulai mengadakan perpisahan dengan sanak saudara yang tinggal dikampunghalaman dan mulai naik ke kapal laut yang dimaksud sebagai sarana transportasi saat itu. Tetunya saat itu warga sudah mempersiapakan semua kebutuhan yang perlu dibawa ke tanah rantau, seperti pakaian dan bahan makanan.

Dalam perjalanan warga yang berbeda kampung mulai berinteraksi dan saling berkomunikasi, kami baru sadar bahwa ternyata kapal yang kami tumpangi adalah kapal hewan pada masa itu. Belum lagi kerusakan kapal di tengah laut sehingga kapal hampir tenggelam bersama warga. Saat kerusakan kapal, kami sebagai anak-anak tentunya tidak pernah tahu petaka apa yang akan menimpa kami. kami melihat begitu banyak ikan lumba-lumba yang berada dibawah kapal dan seakan-akan mau mengangkat kapal tersebut agar tidak dapat tenggelam, sementara helikopter terbang membawa keranjang mendekati pinggiran kapal. Kerusakan kapal kurang dan lebih 1 hari lamanya.

Meskipun musibah kerusakan kapal yang sempat membuat orang tua dan tentunya teman-teman yang sudah mengerti tentang tenggelam, kembali membuat suana bahagia karena kapal sudah dapat diperbaiki. Yah, menski saat itu kapal hewan yang digunakan nampak bahwa warga menikmati perjalanan dengan harapan mendapatkan janji perusahaan dan pemerintah kala itu.

Genap sudah satu minggu dalam perjalanan mengarungi laut akhirnya warga tiba di kota Balikpapan kemudian melalui perjalanan darat menuju kota Samarinda. Warga menikmati istirahat di samarinda kemudian melanjutkan perjalanan mudik sungai mahakam menuju sebuah perusaan kayu (Barito Pasifik Timber Group) dengan menggunakan kapal motor yang masih ada hingga era sekarang tahun 2020.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x