Mohon tunggu...
Elly Suryani
Elly Suryani Mohon Tunggu... Pekerja sekaligus blogger

Ngopi disela tiupan angin. Pekerja yang senang melihat dan menganalisa trend data.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Gaji Dibayar Per Jam Bak Open BO? Jangan Baper Ah, Yuk Cermati Dulu

14 Oktober 2020   13:25 Diperbarui: 15 Oktober 2020   08:20 270 19 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Gaji Dibayar Per Jam Bak Open BO? Jangan Baper Ah, Yuk Cermati Dulu
Sumber Foto: warta kepri

Saya sedang di jalan ketika terjadi demo terkait Undang Undang Cipta Kerja yang heboh itu. Sebab sedang konsentrasi dengan pekerjaan saya, saya cuma berkata. oh begitu ya ketika  beberapa rekan-rekan berkomentar antusias ikut menolak UU tersebut. 

"Emang kenapa, ada apa dengan UU tersebut?.." tanya saya lugu , ehm. 

"Salah satunya, gaji akan dihilangkan bu, tenaga kerja dibayar jam-jaman..." sahut salah satu teman di rombongan saya

"Sampai ada yang komen, kaya P (maksudnya P*lacur) aja dibayar jam-jaman..." lanjutnya lagi

Ya saya sempat melirik kehebohan penolakan UU terebut dari HP android butut saya. Memang ada kesan dan komentar seperti itu. Salah satunya gambar di atas, ya samannnnn.

Ketika selesai urusan kerjaan lapangan dan saya kembali harus bekerja dari kantor tanggal 12 Oktober 2020, ah saya disambut dengan aksi persiapan Polisi mengantisipasi demo yang katanya akan terjadi tanggal 13 Oktober kemarin. Jalan-jalan banyak diitutup dan dipersempit aksesnya, terutama akses menuju perkantoran pemerintah. Termasuk akses menuju kantor saya. Dan isu gaji di bayar jam-jaman dengan konotasi negatif itu terus berlanjut. Yeah, saya bisa apa selain menahan diri untuk tidak ikut memperkeruh suasana tanpa saya paham apa betul hal dan permasalahannya toh.

Saya rasanya ingat Tahun 2019 wacana upah kerja jam-jam an pada RUU Cipta Kerja sudah mulai muncul. Kita tau bahwa wacana upah per jam itu tidak berlaku secara menyeluruh pada semua tenaga kerja. Tetapi hanya diberikan bagi tenaga kerja yang berada di bawah ketentuan waktu kerja Indonesia. Katanya mereka yang termasuk pekerja paruh waktu, yaitu mereka yang bekerja di bawah 35-40 jam per minggu. Kalau 1 minggu mereka berkerja selama 5 atau 6 hari, artinya sehari mereka bekerja hanya kisaran 5-6 jam per hari. Bidang lain tetap dibayarkan gaji berdasarkan UMR.

Banyak profesi yang pekerjaannya seperti itu. Sebagai contoh pada bidang pekerjaan penunjang industri, seperti sektor jasa dan perdagangan. Untuk sektor jasa, katanya upah per jam efektif diterapkan pada usaha jasa konsultan.  Ya  pekerjaannya sangat fleksibel dalam hal waktu. Sektor inilah yang katanya akan dibayar per jam untuk meningkatkan kesejahteraannya. Tentu saja ini terjadi jika standard upah per jam telah dibuat dengan mempertimbangkan kapasitas dan kapabilitas yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan tersebut. Regulasi harus dibuat agar memiliki payung hukum yang jelas.

Upah per jam sebetulnya sudah mulai berlaku di Indonesia. Banyak profesi sudah dibayar dengan sistem ini dan pekerja profesional puas dengan sistem itu. Saya kemarin tidak sengaja membaca notes RA. Kanya Puspokusumo di Facebook. Judulnya : HALO, SAYA KANYA. PEKERJA JAM-JAMAN dan MENIT-MENITAN. Saya sitir isi notes tersebut di bawah ini :

Buat yang belum tahu, ini ada beberapa pekerjaan per 30 menit dan per jam yang pernah/sedang saya lakukan, beserta kisaran bayaran yang saya terima.

1. Juru Bahasa (Penerjemah Lisan/Interpreter)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN