Mohon tunggu...
Elly Suryani
Elly Suryani Mohon Tunggu... Pekerja sekaligus blogger

Ngopi disela tiupan angin. Pekerja yang senang melihat dan menganalisa trend data.

Selanjutnya

Tutup

Kuliner Artikel Utama

Pentingnya Smart "Pasca Cooking" Lebaran, Jangan Ada Gulai Hancur dan Basi di Antara Kita

26 Mei 2020   11:15 Diperbarui: 28 Mei 2020   15:00 380 37 11 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pentingnya Smart "Pasca Cooking" Lebaran, Jangan Ada Gulai Hancur dan Basi di Antara Kita
Sumber Foto: shutterstock.com

Semua benda di sekitar kita, semua piranti di rumah kita bisa menjadi smart tools asal kita tau caranya. Smart tools sangat tergantung pada kita, tuan pemiliknya kan.

Orang bilang Handphone sekarang adalah smartphone, telpon pintar yang bisa digunakan untuk banyak hal pintar. Bisa untuk membuat jadwal atau agenda rapat. Bisa untuk menyimpan catatan singkat atau Notes. Bisa untuk menyimpan dokumen dan foto. Bisa untuk ngobrol lewat video call dan upload status dan foto di sosial media dan lain sebagainya.

Begitu pula peralatan lain yang ada di rumah kita. Kompor kita. Lemari baju. Lemari piring. Bahkan kulkas (refrigerator) yang mungkin sudah berpuluhtahun ada di dapur kita dan mungkin telah berapa kali ganti edisi.

Nah sebelum lanjut, mumpung masih di suasana Lebaran saya dan keluarga sekali lagi mengucapkan,
"Selamat Idul Fitri 1441 H" untuk seluruh kawan-kawan semua.

Maaf lahir batin. Semoga kebaikan bersama kita semua. Semoga amal ibadah ramadan kita diterima Allah SWT,
"Taqaballahu minna wa minkum...."  

Lanjut kulkas tadi, pernahkah kita terpikir bisa kita jadikan smart refrigerator meskipun mungkin refrigerator kita tipe jadul atau sederhana? Sudah, bagus. Kalau belum maka boleh baca lanjutannya kawan.

Tips Teknologi Pasca Cooking
Ini berdasarkan hasil sanjo-sanjoan (silaturami saling berkunjung ke rumah-rumah) saat lebaran hampir 5 (lima) tahun lalu. Di sebuah rumah saya melihat seorang kawan yang kebetulan perempuan pekerja (working mom) juga seperti saya. 

Dia begitu efektif dan tertata sekali menggunakan refrigeratornya untuk menyimpan masakan aneka gulai lebaran supaya mudah dan siap saji.

Ya saya ingat dulu ibu saya dan kami di rumah meski telah memiliki refrigerator puluhan tahun, tetap saja saat lebaran tiap pagi dan sore menghangatkan panci besar berisi gulai opor atau anam, rendang dan sambal buncis.

Karena sering dihangatkan maka setiap hari gulai itu bertambah asin, bahkan daging ayam pada opor atau anamnya hancur. Begitupula daging rendang dan malbi. 

Kadang naas, terlambat sedikit saja memanaskan bau agak asam muncul pertanda gulai itu harus dibuang dan tidak layak lagi dimakan karena "Basi". Pengalaman zaman dulu, hiks.

Kawan saya itu tidak menyisakan panci-panci berisi aneka gulai di dapurnya. Semua gulai dan hasil masakan telah dibagi ukuran berapa porsi disimpan dalam tupperware atau plastik lalu dimasukkan dalam freezer

Sebagian yang dia yakin akan dipakai hari tertentu yang sudah yakin akan ada tamu yang datang dia tarok di bagian tengah refrigerator.

Rendang dibagi per 5 atau 10 potong. Malbi begitu pula. Bahkan tekwan dibuat per 5 porsi, dipisahkan antara isi, printilan pelengkap (daun sledri, soun, bawang goreng) dan kuah. 

Ya sama seperti metode menyiapkan tekwan di gerai pempek Candy atau Beringin yang sudah disimpan di refrigerator per porsi malah.

Belajar dari kawan saya, tentu hal mubazir dan tidak efisien itu sudah saya tinggalkan sejak 5 (lima) tahun lalu. Sekarang, saya juga menerapkan Tips "Pasca Cooking" pada aneka gulai lebaran kami di rumah. Kecuali gulainya cuma masak untuk 2 kali makan alias sehari, bolehlah di panci saja.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN