Elly NurulJanah
Elly NurulJanah

LifeStyle Blogger, Interested in Healthy, Traveling and Photography

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Mencegah Stunting Dimulai Sejak Kehamilan

9 November 2018   22:36 Diperbarui: 10 November 2018   01:15 1208 9 23
Mencegah Stunting Dimulai Sejak Kehamilan
dokpri

Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama atau malnutrisi kronik. Stunting mengakibatkan seseorang anak bukan hanya sekedar tubuh pendek, juga memiliki gangguan kecerdasan

Malnutrisi kronik atau kekurangan gizi dalam waktu lama, terjadi sejak janin dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun atau lebih sering disebut 1000 Hari Pertama Kehidupan.

Rendahnya  akses terhadap makanan bergizi, rendahnya asupan vitamin dan mineral dan buruknya keberagaman pangan dan sumber protein hewani menjadi penyebab stunting.

Saat ini, stunting tidak lagi identik dengan orang miskin, anak dari keluarga berada pun bisa mengalami stunting. Menurut Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ir. Doddy Izwardy, antara miskin dan tidak miskin bedanya hanya 10%.

Tentang Stunting di Indonesia

Menurut Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ir. Doddy Izwardy, menyebutkan, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menyebutkan, angka anak Indonesia yang mengalami stunting masih cukup tinggi.

Angka stunting di Indonesia sejak tahun 2014 hingga 2017 yaitu rata-rata 28% hingga 29,6%. Angka tersebut berada di atas batasan yang di tetapkan WHO yaitu 20%.

Malnutrisi yang merupakan penyebab stunting di Indonesia, berdasarkan Riskesdas tahun 2007, 2011 dan 2013 juga mengalami peningkatan, yaitu:

Malnutrisi di Indonesia hasil Riskesdas 2007, 2011 dan 2013
Malnutrisi di Indonesia hasil Riskesdas 2007, 2011 dan 2013
Tentang Stunting di Indonesia, sumber gambar dr. Klara Yuliarti, SpA (K)
Tentang Stunting di Indonesia, sumber gambar dr. Klara Yuliarti, SpA (K)
Malnutrisi di Indonesia (Sumber data Kemenkes RI)
Malnutrisi di Indonesia (Sumber data Kemenkes RI)
Penyebab Stunting

Masyarakat perlu memahami faktor apa saja yang menyebabkan stunting. Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama atau malnutrisi kronik. Sehingga anak  lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berfikir.

Secara garis besar, ada 3 (tiga) faktor yang menyebabkan stunting pada anak yaitu :

Malnutrisi, pada saat kehamilan, Ibu hamil tidak mengkonsumsi makan sesuai dengan gizi seimbang, seperti tidak makan yang beraneka ragam, kurangnya konsumsi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air.

Faktor Ibu, Ibu yang masa remajanya kurang nutrisi, kehamilan saat remaja (menikah usia dini), ganguan mental pada Ibu hamil, jarak kelahiran yang pendek dan hipertensi. Saat hamil, juga tidak memperhatikan nutrisi kehamilan, pola asuh setelah melahirkan, Ibu tidak melakukan pemberian ASI, tidak memberikan makanan Pendamping ASI (MPASI) yang baik dan benar, anak tidak di imunisasi dan tidak melakukan pemantauan tumbuh kembang anak.

Sanitasi, air yang kurang bersih, jarak jamban yang dekat dengan sumber air, dan tidak menjaga kebersihan diri seperti tidak membiasakan mencuci tangan sebelum makan dan minum atau sebelum mempersiapkan makanan untuk anak dan keluarga.

Ciri Stunting Pada Anak

Stunting mengakibatkan anak menjadi gagal tumbuh baik perkembangan fisik maupun otaknya. Berikut adalah ciri-ciri stunting pada anak:

  • Tinggi badan 5% dibawah acuan normal (tumbuh pendek), patut diwaspadai jika umur sama tetapi tinggi badan berbeda
  • Usia 8-10 tahun anak cenderung lebih pendiam, kurang berinteraksi dengan teman sebayanya dan tidak banyak melakukan eye contact.
  • Pertumbuhan melambat, termasuk pertumbuhan gigi juga terhambat
  • Kecerdasan menurun, anak sulit berprestasi di sekolah (kemampuan kognitif rendah)

Ciri-Ciri Stunting Pada Anak (Ilustrasi BBC)
Ciri-Ciri Stunting Pada Anak (Ilustrasi BBC)
Ibu Hamil Titik Stunting

Untuk menguji pernyataan "Ibu Hamil Titik Stunting" saya melakukan wawancara kepada Ibu hamil seputar stunting dan nutrisi kehamilan. Wawancara dilakukan kepada 6 Ibu hamil yang mewakili usia kehamilan setiap semesternya.

Ibu hamil sebagai narasumber berasal dari beragam usia dan status pekerjaan. Ada yang sudah saya kenal sebelumnya dan ada juga yang belum saya kenal. Ibu hamil yang belum saya kenal, saya wawancara ketika berada di pusat perbelanjaan di Kota Depok, Jawa Barat.

Ada 5 (lima) pertanyaan yang saya ajukan kepada para Ibu hamil, yaitu :

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4