dr. Ellen Rosiana E.R.
dr. Ellen Rosiana E.R. Dokter Umum

Owner Best Dream -Terapi Anak Berkebutuhan Khusus

Selanjutnya

Tutup

Wanita Pilihan

Sahabat Sejatiku

9 November 2017   20:19 Diperbarui: 9 November 2017   20:21 554 0 0
Sahabat Sejatiku
Sumber foto : https://mandevsidhu.com


Apakah anda Ingin mempunyai sahabat sejati?  Terkadang kita merasa hidup di dunia ini seorang diri. Tak ada sahabat, tak ada saudara. Orang di sekeliling kita bagaikan orang asing yang tak bisa diajak menjadi sahabat.

Dalam menjalin persahabatan, memang tidak semua orang bisa memulainya. Apalagi dalam lingkungan baru. Bisakah kita menemukan seseorang yang akan menjadi sahabat?

Kita tidak perlu mencari sahabat, karena sebenarnya sahabat itu ada di depan kita. Dalam pergaulan, kunci pertama untuk mendapatkan seorang sahabat adalah melalui perkenalan. Selanjutnya akan membawa kita memasuki suatu ruang yang kita bisa lihat, lalu menempatkan sesuatu di dalamnya. Seperti ada pepatah mengatakan, "tak kenal maka tak sayang".

Siapakah orang yang harus kita kenal? Haruskah kita mencari dan memperkenalkan diri satu persatu dengan orang lain yang tidak kita kenal? Ternyata tidak begitu untuk mendapatkan seorang sahabat.

Orang yang kita kenal,di sekeliling kita adalah orang pertama yang akan menjadi sahabat kita. Seorang suami adalah sahabat bagi pasangannya. Dengan kehadiran pasangannya, seseorang akan merasa ada ruang yang bisa dipakai untuk saling melihat dan menempatkan sesuatu.

Seseorang dengan pasangannya akan saling memberi tanpa mengharapkan balasan. Dia hanya ingin selalu memberi untuk mendapatkan hal yang terbaik.

Setiap bertemu dengan seseorang, kita harus berpikir positif terlebih dahulu. Selanjutnya kita bisa saling memberi dan mungkin sekadar saling mengingatkan. Sebagai contoh, dalam suatu hari kita bertemu dengan orang yang lebih muda. Kita bisa berbincang-bincang untuk suatu hal, lalu  saling mengingatkan untuk memberi suatu masukan, dan akhirnya akan saling berinteraksi menjalin suatu hubungan persahabatan yang saling memberi energi positif.

Ketika kita bertemu dengan orang yang lebih muda, kita bisa berteman, saling bercerita, dan akhirnya bisa saling kenal. Kita pun bisa menjadi sahabatnya dan mengubah kebiasaan buruknya, serta memberikan semangat hidup baginya. Selain itu kita pun akan mendapat  energi  untuk memperbaiki diri kita sendiri,  sekaligus  memberi motivasi orang lain.

Seorang sahabat sejati akan selalu mengalirkan energi yang terus menerus dan akan memberi semangat bekerja, semangat hidup yang saling menguatkan dan saling mendukung satu sama lain. Persahabatan memang sebaiknya terjalin tanpa memandang usia dan jenis kelamin, serta latar belakang seseorang.

Ketika berhubungan dengan orangtua pun, selain menjadi anak yang berbakti, kita juga harus menjadi sahabat sejati bagi beliau. Orangtua adalah energi positif terbesar yang ada dan bisa kita  bangun untuk memberi semangat dalam menghadapi kehidupan yang penuh dengan tantangan. Semakin kita dekat dengan orangtua, beliau akan menjadi energi yang luar bisa bagi kita, dan juga sebaliknya, kita akan menjadi motivasi  hidup baginya.

Bagaimana dengan anak-anak kita? Untuk bersamanya, kita haruslah menjadi sahabat sejatinya. Dengan persahabatan yang terbentuk, maka terjalinlah hubungan yang  semakin akrab dan semakin terbuka untuk saling mencurahkan apa keinginan hati masing-masing. Seorang anak akan tidak merasa takut dengan kesalahannya dan seorang ibu akan lebih mengetahui perkembangan anaknya.

Hendaknya kita menjadi sahabat sejati bagi orang lain, sehingga kehidupan kita bisa lebih bermanfaat. Tuhan pun tidak tidur. Tanpa disengaja pun kita akan kedatangan sahabat-sahabat sejati kita. Itu semua adalah hikmah, karena kita telah menjadi sebuah keluarga tanpa disengaja.  Tanpa terasa ternyata kita akan merasa bahwa kita tidak hanya sendiri, tetapi kita akan selalu bersama dalam suka dan duka. Itulah indahnya persahabatan.


***

* dr.Ellen Rosiana E.R.,owner Best Dream - Pusat Terapi Anak Berkebutuhan Khusus.