Mohon tunggu...
Elin Moevid
Elin Moevid Mohon Tunggu... Freelance Translator

->Sharing bahasa Inggris di https://englishisnotamagic.blogspot.com/ ->Sharing resep masakan di Cookpad: Elin Moevid

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

5 Kiat Awam Memilih Caleg

22 April 2019   09:21 Diperbarui: 22 April 2019   09:35 16 0 0 Mohon Tunggu...

Di tengah-tengah perdebatan capres-cawapres di minggu-minggu sebelumnya, saya lebih penasaran dengan pemilihan legislatif sebenarnya. Harapannya ada perdebatan yang juga digelar untuk caleg, atau minimal pengenalan visi, misi, dan program dari para caleg. 

Harapan saya tersebut cukup terobati dengan adanya obrolan dalam wadah #calegbicarapendidikan yang diprakarsai oleh komunitas Semua Murid Semua Guru. 

Komunitas yang digagas oleh Najelaa Shihab ini memang fokus membahas pendidikan, dan selama beberapa episode ditayangkanlah obrolan dengan beberapa caleg terkait isu penting dalam dunia pendidikan. 

Walaupun memang terbatas hanya beberapa caleg, dan tak semua caleg yang ditampilkan terdaftar dalam lembaran surat suara di dapil saya, setidaknya itulah salah satu usaha saya dalam mengenal caleg dalam pilpres 2019 ini. 

Lalu, bagaimanakah dengan orang awam lainnya saat memilih caleg? Apakah sebagian dari mereka akan berusaha menelusuri internet dan mencari, minimal caleg yang pernah terlibat korupsi, untuk mengenal caleg?

Bagi masyarakat awam, yang sibuk mencari nafkah menghidupi keluarganya,yang tak sanggup mengikuti dinamika politik saat ini, yang tak tertarik untuk mengenal caleg, memiliki kiat khusus dalam memilih calon wakil rakyat. Berikut ringkasannya:

1. Memilih Caleg yang Berkontribusi Langsung

Ada beberapa caleg yang dikenal masyarakat daerah tertentu karena telah menyumbangkan sesuatu untuk desanya, misalnya saja paving. Ya, jalan yang dipaving merupakan kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat yang tinggal di desa. Seperti kutipan seorang penduduk desa yang saya dengar, "Dia kan sudah nyumbang paving, kasian sudah keluar uang, dipilih sajalah". 

Itulah sebabnya caleg yang mengeluarkan uang banyak sebelum pemilihan dan terlihat kontribusinya akan lebih cenderung dipilih daripada caleg yang kinerjanya baik. 

2. Memilih Caleg yang Dikenal

Ada pula mereka yang memilih caleg yang dikenal, misalnya karena teman semasa sekolah, tinggal di lingkungan yang sama, atau keluarga. Harapannya dengan memilih yang dikenal, si pemilih akan dimudahkan urusannya kelak. Seperti salah satu kalimat timses ketua RW di lingkungan mertua saya, "Daripada pilih yang ngga kenal, kan mending pilih Pak RW. Dia kan dari kampung sini, pasti nanti urusan kampung kita akan didahulukan".

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN