Elinda Rizkasari
Elinda Rizkasari Mahasiswa

Mimpi akan membawa kita pada suatu tujuan dan keberanian akan membawa kita pada kesempatan. (ITCWWC)

Selanjutnya

Tutup

Media

Peningkatan Kualitas Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar dengan Model Quantum Teaching

13 Oktober 2017   12:06 Diperbarui: 13 Oktober 2017   12:32 1223 0 0

Berdasarkan temuan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum Departemen Pendidikan Nasional mengenai kajian pelaksanaan kurikulum IPS menyatakan bahwa dalam pembelajaran IPS terdapat berbagai permasalahan diantaranya: (1) pembelajaran lebih menekankan pada pembelajaran konvensional; (2) pembelajaran IPS kurang mengembangkan model yang variatif; (3) pembelajaran kurang menekankan 4 pada aktivitas siswa; (4) pembelajaran IPS cenderung dengan sistem hafalan; (5) kurangnya penggunaan media pembelajaran IPS.

Berdasarkan refleksi awal bersama guru mitra didapatkan bahwa kualitas pembelajaran IPS di kelas V SDN Karanganyar 02 Kota Semarang masih belum optimal. Dari aspek keterampilan guru masih terdapat beberapa kelemahan, yakni guru belum menerapkan berbagai model pembelajaran yang inovatif, guru kurang mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang mendukung sehingga siswa sulit untuk bisa berpikir secara konstruktivis karena pembelajaran cenderung berlangsung satu arah.

Aspek aktivitas siswa juga masih lemah dalam memahami  pembelajaran dengan banyak materi, sehingga siswa cenderung bosan, dan membuat aktivitas di kelas menjadi kurang. Kurangnya partisipasi siswa pada akhirnya mengakibatkan kurangnya efektivitas pembelajaran dan pencapaian hasil belajar pembelajaran IPS di Kelas V menjadi rendah, sehingga dapat dikatakan proses pembelajaran IPS tidak berkualitas.

Data hasil belajar pada pembelajaran IPS menunjukkan, dari 42  siswa hanya 10 siswa (24 %) yang mendapat nilai di atas KKM dan sisanya 32 siswa (76%) mendapat nilai di bawah KKM. Dengan melihat data hasil belajar dan pelaksanaan pembelajaran tersebut maka perlu untuk mengadakan tindakan perbaikan. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti bersama guru mitra menetapkan alternatif tindakan dengan menerapkan model inovatif yakni Quantum Teaching berbantuan multimedia untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS pada KD 2.2. Menghargai jasa dan peranan perjuangan dalam memproklamasikan kemerdekaan.

Quantum Teaching merupakan suatu model pembelajaran  penggubahan bermacam-macam interaksi yang ada di dalam dan di sekitar momen belajar. Interaksi ini mencakup unsur-unsur belajar efektif yang mempengaruhi kesuksesan siswa. Interaksi ini mengubah kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi cahaya yang akan bermanfaat bagi mereka sendiri dan bagi orang lain.

Alternatif pemecahan yang dilakukan peneliti terkait penerapan model Quantum Teachingdidukung penelitian Parveen dan Batool (2012), Irma Suryani (2014), Suida Suwardari (2014), Ngainul Faidah (2013). Penerapan multimedia juga didukung penelitian Lina Turofingah (2013), Neny Triana Wulandari (2012).

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS yang meliputi keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa melalui model Quantum Teachingberbantuan multimedia pada siswa kelas V SDN Karanganyar 02 Kota Semarang. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas V sebanyak 42 siswa yang terdiri dari 20 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Variabel dalam penelitian meliputi variabel masalah berupa rendahnya keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS, sedangkan variabel tindakannya yaitu penerapan model pembelajaran Quantum Teachingberbantuan multimedia pada pembelajaran IPS di Kelas V SDN Karanganyar 02 Kota Semarang.

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklusnya terdiri dari satu kali pertemuan dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi (Arikunto, 2014). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik non-tes dan tes. Teknik analisis data menggunakan analisis  kualitatif , dan kuantitatif. Data kualitatif dianalisis dengan analisis deskriptif kualitatif, sedangkan data kuantitatif berupa hasil belajar kognitif dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik dengan menggunakan mean, median, modus, nilai terendah, nilai tertinggi, dan ketuntasan belajar.

Tahapan ataupun kerangka pembelajaran Quantum Teachingterdiri atas 6 tahap yang dikenal dengan konsep TANDUR, yaitu: (1) tumbuhkan; (2) alami; (3) namai; (4) demonstrasikan; (5) ulangi; (6) rayakan. (De Porter, 2010:34). Dalam pembelajaran IPS dengan model Quantum Teachingberbantuan multimedia ini, guru menumbuhkan motivasi siswa dengan  menayangkan video, gambar dan lagu yang berkaitan dengan materi, agar siswa tertarik untuk mempelajari materi yang akan diajarkan, kemudian siswa  diajak untuk mengalami sendiri proses belajar melalui proses kegiatan menceritakan kilas balik tayangan video yang telah ditayangkan, guru bertanya kepada siswa untuk menumbuhkan keingintahuan siswa, siswa yang menjawab ditunjuk secara acak.

Kemudian siswa memperhatikan penjelasan materi dari guru serta mencatat kembali isi dari materi yang sudah dijelaskan oleh guru dengan bantuan slide powerpointyang ditayangkan pada LCD, selain menjelaskan guru juga membuat kreasi untuk memudahkan siswa mudah dalam memahami materi, salah satunya dengan menciptakan sebuah lagu anak yang liriknya diganti dengan materi yang berkaitan.

Untuk memudahkan cara pengajarannya guru merekam lagu agar bisa diputar berulang-ulang serta menuliskan liriknya pada slide powerpointsehingga siswa bisa dengan mudah mendengarkan lagu yang di putarkan sembari mengamati lirik lagu pada LCD, dengan begitu siswa dapat menghafal materi dengan mudah dan menyenangkan. Setelah itu siswa secara berkelompok melakukan diskusi menjawab pertanyaan yang ada pada lembar kerja kelompok dan memahami isi lagu yang sudah diajarkan oleh guru, sehingga siswa dapat menemukan sendiri konsep yang ia alami.

Kemudian setelah siswa paham akan materi, siswa  diberikan kesempatan untuk menpersentasikan hasil diskusi dan lagu yang sudah dipahami bersama kelompoknya. Untuk menguatkan pemahaman siswa, guru meminta siswa mengulangi materi yang sudah mereka pelajari dengan berbagai variasi kegiatan dengan menggunakan permainan kuis.

Dalam penelitian ini kuis yang digunakan adalah kuis rangking 1, pertama guru membagikan beberapa lembar jawab untuk tiap kelompok, kemudian guru menayangkan pertanyaan di layar LCD, siswa berdiskusi dengan teman satu kelompok  dengan menulis jawaban dengan waktu yang telah ditentukan, setelah waktu habis guru meminta pada seluruh kelompok untuk mengangkat jawabannya, dengan begitu akan tahu jawaban kelompok yang benar dan yang salah untuk mendapatkan point. Kelompok yang mendapat point terbanyak mendapatkan umpan balik dari guru berupa motivasi maupun penghargaan (reward), dengan adanya reward dalam pembelajaran dapat menumbuhkan suasana kompetisi, semangat untuk berprestasi melakukan yang lebih baik lagi. 

  • Rekapitulasi peningkatan keterampilan guru dalam pembelajaran IPS melalui penerapan model pembelajaran Quantum Teachingberbantuan multimedia dapat dilihat pada tabel 1.
  •  
    • Tabel 1.Rekapitulasi Peningkatan Keterampilan Guru  Siklus I, II, dan III
    • No.
    • Indikator
    • Perolehan Skor
    • Siklus I
    • Siklus II
    • Siklus III
    • 1.
    Mengkondisikan siswa agar siap dan termotivasi dalam mengikuti pembelajaran  

    4

    4

    4

    • 2.
    Melakukan apersepsi

    3

    4

    4

    • 3.
    Menyampaikan tujuan pembelajaran

    4

    HALAMAN :
    1. 1
    2. 2
    3. 3
    4. 4
    5. 5
    6. 6
    7. 7
    8. 8
    9. 9
    10. 10