Mohon tunggu...
Eli Maymunah
Eli Maymunah Mohon Tunggu... Penulis

Guru, Ibu Dan Istri dari Mamat Rahmatulloh

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan

Jampang

16 April 2021   20:19 Diperbarui: 16 April 2021   20:24 127 2 1 Mohon Tunggu...

Sagaranten adalah wilayah yang terletak di kabupaten sukabumi   dekat dengan perbatasan cianjur selatan. Dulu sewaktu baru sampai di daerah ini saya  juga bertanya-tanya, kenapa Cianjur yang saya lewati setelah kabupaten Bandung barat kemudian berada dekat dengan tempat saya tinggal, setelah saya lihat di Peta ternyata memang benar berhubungan. Sebagai sebuah ibu kota kecamatan maka sagaranten dan sekitarnya adalah kawasan yang masih banyak terdapat hutan milik perhutani ataupun perkebunan. Memang kalau malam-malam melakukan perjalanan  akan terasa serem-serem sedap.  Sebagai tempat yang kurang lebih 60 Kilo meter dari ibukota kabupaten maka Sagaranten  memiliki kearifan lokal yang cukup terjaga, Walaupun demikian penggunaan gawai dan internet lancar jaya di tempat ini, kecuali daerah-daerah tertentu yang ekstrim. Daerah ini juga dikenal dengan sebutan Jampang. Ketika mendengar kata Jampang mungkin yang terlintas adalah pendekar, teluh atau kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Siapa yang menyangka saya akan mengarungi kehidupan di tanah Jampang ini. Sungguh  ini adalah satu dari keajaiban dunia dalam hidup saya.

Membandingkan daerah tempat tinggal saya nun jauh dimana Gunungkidul Handayani di daerah Istimewa Yogyakarta dengan tempat ini maka saya menemukan perbedaan yang cukup mencolok. Sagaranten adalah daerah subur yang hijau sepanjang tahun kaya akan hutan tropis dan sawah yang akan dipanen dua sampai tiga kali dalam satu tahun. Sedangkan tempat lahir saya adalah daerah kering dengan tanaman jati dan beberapa jenis tanaman lain yang mampu bertahan dengan kadar air yang rendah. Walaupun hujan tidak sesering di bogor tetangga Sukabumi, akan tetapi Sagaranten cukup  mendapatkan curahnya  sepanjang tahun. Tanah yang labil dan cenderung mudah longsor mengakibatkan beberapa wilayah disekitar sagaranten harus waspada ketika hujan terjadi agak lama dan lebat. Masyarakat yang ramah dan mudah menerima modernitas  menyebabkan suasana daerah ini terlihat selalu berusaha menyesuaikan dengan suasana kota lainnya . Walaupun tidak dipungkiri bahwa beberapa sarana publik  sangat mendesak untuk di perbaiki. Masyarakat Sunda yang agamis dan selalu kembali kepada tradisi menyebabkan kentalnya budaya yang tidak meninggalkan sisi religi.  

Bulan puasa ditempat ini maka akan disuguhkan suasana yang benar-benar menunjukkan bahwa masyarakatnya sangat peduli terhadap kegiatan ibadah. Dimana-mana terdengar Orang membaca Al Qur'an  baik pagi, siang maupun malam. Pengajian ibu-ibu tidak kalah serunya karena setiap hari ada saja masjid yang sedang taklim.  Usai shalat tarawih jamaah akan melanjutkan dengan tadarus Al Qur'an hampir disetiap masjid, bersahut-sahutan. Bagi saya ini adalah hal yang luar biasa. Yang agak berat terasa disuasana ini adalah beberapa waktu menjelang bulan puasa maka ada tradisi  untuk mengantar makanan kepada orangtua atau sanak saudara. Dan saya tinggal disini hanya dengan suami dan anak-anak, kepada siapa saya akan mengirim makanan yang saya masak ?  mungkin pertanyan lain adalah, apakah  saya bisa memasak ? mungkin tidak ada yang percaya bahwa saya hobi memasak. Apapun saya suka memasaknya walaupun syarat dan ketentuan berlaku juga termasuk rasa dan bumbu yang ada. Satu hal lagi yang saya rasa begitu berat untuk dilalui namun  telah saya lalui beberapa kali ditempat ini, adalah bahwa menjelang hari raya iedul fitri juga akan ada tradisi memasak, mengantar makanan dan mengunjungi saudara. Pertanyaan yang masih sama setiap lebaran di tempat ini adalah, kepada siapa saya akan mengantar makanan ? dan kepada  saudara tua yang mana saya akan berkunjung ?

VIDEO PILIHAN