Mohon tunggu...
Elia KinantiNurhayati
Elia KinantiNurhayati Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Prodi S-1 Akuntansi Universitas Pamulang

Siapapun yang berjuang mencari ilmu karena Allah SWT. maka akan dijaga setiap langkah perjalanannya sampai ia kembali.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Eksistensi Bahasa Indonesia di Tengah Kebutuhan akan Bahasa Asing pada Era Global

19 Juni 2021   18:43 Diperbarui: 19 Juni 2021   19:18 75 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Eksistensi Bahasa Indonesia di Tengah Kebutuhan akan Bahasa Asing pada Era Global
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Disusun Oleh :

Elia Kinanti Nurhayati (201011200585)

Mahasiswa Prodi S-1 Akuntansi 

Universitas Pamulang

Pendahuluan

Sebagai suatu negara yang merdeka, Bangsa Indonesia telah memiliki bahasa sendiri yakni Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi yang menjadi identitas bangsa. Fungsi Bahasa Indonesia yang begitu fundamental ini semakin tergerus dengan kehadiran bahasa asing. Memang di satu sisi penguasaan bahasa asing menjadi suatu kebutuhan di era global, namun jangan sampai timbul pemikiran untuk menjadikan Bahasa Indonesia diurutan kedua, setelah Bahasa Inggris banyak kalangan yang kini menganggap bahwa berbicara dengan bahasa asing, walaupun hanya sepenggal, akan meningkatkan prestise (lebih bergengsi).

Sikap seperti itu tentunya mereduksi tujuan penggunaan Bahasa Indonesia sebagai salah satu alat pemersatu bangsa. Arus budaya asing dan kemajuan teknologi tanpa disadari perlahan-lahan telah menggerus penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kebutuhan akan penguasaan bahasa asing secara formal memang sangat diperlukan, namun hal tersebut masih memerlukan pengkajian. Dan terkadang Bahasa Indonesia seolah dikesampingkan, padahal Bahasa Indonesia merupakan bahasa utama dalam berkomunikasi di lingkungan pemerintahan. Hal yang sama juga dapat dilihat pada bidang pendidikan. Kemunculan sekolah-sekolah internasional semakin menggerus eksistensi Bahasa Indonesia.

Pembahasan 

Kebutuhan akan bahasa asing menjadi tantangan di era global. Kemampuan akan penguasaan bahasa asing akan berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan seseorang sebab kemampuan tersebut akan membuka kesempatan yang lebih luas. Penguasaan akan bahasa asing ternyata tidak hanya dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan praktis dalam dunia kerja, namun juga sangat penting untuk perkembangan stimulasi otak.

Dalam upaya manusia mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan harkat dan martabatnya maka manusia mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pengembangan iptek hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran serta keluhuran bangsa. Pengembangan pengetahuan dalam bidang linguistic dengan mempelajari bahasa asing harus sejalan dengan pengembangan rasa nasioanlisme sehingga tidak menggerus bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia merupakan salah satu hasil budaya. Mempelajari bahasa asing tentu merupakan hal yang positif sepanjang Bahasa Indonesia tetap menjadi bahasa utama bagi warga negara Indonesia.

Fenomena yang muncul belakangan menunjukkan adanya anak Indonesia yang justru lebih fasih berbahasa inggris daripada berbahasa Indonesia. Hal tersebut terjadi karena dalam lingkungan keluarga dan sekolah anak-anak tersebut menggunakan bahasa asing sebagai bahasa pengantar. Berdasarkan pernyataan undang-undang tersebut terlihat jelas bahwa Bahasa Indonesia tidak hanya sekedar ekpresi individu penuturnya, tetapi juga mengekspresikan ihwal bangsa Indonesia dimana dengan berbahasa Indonesia secara baik dan benar sesuai kaidah, baik pada dimensi sosial maupun akademik penutur Bahasa Indonesia tersebut secara bersamaan akan meninggikan martabat bangsa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x