Mohon tunggu...
Lilik Fatimah Azzahra
Lilik Fatimah Azzahra Mohon Tunggu... Wiraswasta

Seorang ibu yang suka membaca dan menulis

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | September Dalam Semangkuk Rindu

6 September 2019   02:15 Diperbarui: 6 September 2019   02:21 0 24 11 Mohon Tunggu...
Puisi | September Dalam Semangkuk Rindu
Sumber:pinterest.com

Tak ada salju di sini, kau tahu itu. Aku hanya punya segenggam hujan yang aku peram bersama semangkuk rindu.

Angin September baru saja tiba. Mencium pipiku yang cekung. Terlalu banyak menangis, katanya. Biarlah. Airmata yang berjumpalitan ini paling tidak telah meringankan tugas gerimis yang harus selalu membacakan sajak-sajak liris di sepanjang pergantian musim.

Seharusnya, awal September ini aku sudah memulai menanam pohon-pohon murbey di kepala. Agar saat hujan datang aku bisa berteduh di bawah rerimbun dedaunannya. Sembari menatap kenangan yang menari-nari, tentangmu. Ada senyummu berhamburan di situ. Lalu aku akan menjumputi hujan satu persatu dan seperti biasa aku lantas memeramnya di dalam semangkuk rindu.

Tapi September ini aku enggan melakukannya. Aku memilih menanam putus asa di kepala. Aku tidak lagi menunggumu pulang!

Semangkuk rindu belum habis kutenggak ketika angin September kembali mencium pipiku yang cekung. Terlalu sedikit bersyukur, katanya. Aku tertawa. Sebab tiba-tiba aku melihat hujan bertelanjang dada menari-nari di pelataran--bersamamu, yang hanya mengenakan celana chaky.

Kembali aku harus mengulang dari awal. Berteduh di bawah rerimbun daun murbey. Menatap kenangan. Menunggumu pulang.

***

Malang, 06 September 2019

Lilik Fatimah Azzahra

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x