Mohon tunggu...
Lilik Fatimah Azzahra
Lilik Fatimah Azzahra Mohon Tunggu... Wiraswasta

Seorang ibu yang suka membaca dan menulis

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

"Child's Play 2019", Antara Adegan Sadis dan Pesan Moral yang Ingin Disampaikan

22 Juli 2019   12:22 Diperbarui: 22 Juli 2019   13:27 0 9 2 Mohon Tunggu...
"Child's Play 2019", Antara Adegan Sadis dan Pesan Moral yang Ingin Disampaikan
Sumber: movieweb.com

Film Child's Play 2019 barangkali saat ini sedang tayang di bioskop kesayangan Anda. Apakah Anda sudah menontonnya? Jika belum, buruan tonton. Temukan sensasi kengerian yang ditampilkan dalam setiap adegan-adegannya.

Film horor yang ditulis oleh Don Mancini dan disutradarai oleh Lars Klevberg ini sejak awal tayang di tahun 1988 memang telah berpeluang mendulang sukses. Tidak saja di pasaran Amerika Serikat tempat film ini dibuat, namun hampir di seluruh dunia. Itu pula yang kemudian mendasari film bergenre horor ini dibuat kelanjutan atau sekuelnya.

Terhitung sejak tahun 1988 hingga kini sudah ada 7 sekuel film bertajuk Child's Play ini. Dari Child's Play 2, Child's Play 3, Bride of Chucky, Seed of Chucky, Curse of Chucky, Cult of Chucky dan yang terakhir rilis adalah Child's Play versi remake dari film Child's Play 1988.

Daya Tarik Film Child's Play
Boleh dibilang sejak awal film ini dibuat, Chucky sepertinya sengaja dirancang bukan sekadar film horor yang menampilkan misteri ala hantu-hantuan atau mahluk astral tak kasat mata, yang datang menakut-nakuti penonton seperti film-film horor kebanyakan. Film Chucky dibuat lebih dari itu. Antara lain di setiap tayangannya dipastikan adegan kengerian selalu ditampilkan secara maksimal sebagai salah satu ciri khas yang membedakan film Chucky dengan film horor lain.  

Pada tayangan perdana di tahun 1988, film Child's Play sudah mencuri hati penonton. Dengan memasang aktor kawakan seperti Chris Sarandon yang didapuk menjadi Mike Norris--seorang detektif, dan Brad Dourif yang memerankan Charles Lee Ray--seorang penjahat yang memiliki ilmu hitam voodoo, membuktikan bahwa film ini digarap secara serius, tidak main-main.

Adalah seorang Charles Lee yang akhirnya terbunuh di tangan Mike Norris di sebuah toko mainan anak. Charles Lee yang belum mau mati kemudian memindahkan ruhnya ke dalam tubuh boneka Chucky. Charles berharap Cucky akan melanjutkan balas dendamnya terhadap Mike. 

Kemunculan Chucky yang gemar membunuh menjadi teror yang sangat menakutkan di mana-mana. Melalui tangan Chucky, arwah Charles Lee secara sadis dan brutal menghabisi nyawa banyak orang.

Sumber: mediastinger.com
Sumber: mediastinger.com
Sejak itulah boneka Chucky tampil sebagai boneka pembunuh paling ditakuti. Ia menghujamkan pisau tajam di dada atau perut korbannya secara membabi buta, menyayat jantung orang-orang yang dibencinya hingga darah muncrat ke mana-mana, memecahkan kepala musuhnya dengan gir atau pentungan yang membuat isi kepala si pemilik berhamburan, atau menggilas tubuh korban dengan traktor, dan masih banyak kengerian lainnya yang membuat jantung penonton terlonjak-lonjak. 

Dan kengerian yang disuguhkan inilah yang akhirnya menjadi daya tarik tersendiri bagi penayangan film Child's Play ini.

Bobot Timbang antara Sadisme dan Pesan Moral yang Ingin Disampaikan dalam Film Child's Play 2019
Pada film terbaru Child's Play 2019, yang notabene adalah hasil remake film yang sama di tahun 1988, di awal menikmati tayangannya, saya sempat bertanya-tanya dalam hati. Apa yang bisa saya peroleh usai menonton film horor ini nanti? Apakah film ini sekadar menampilkan kecanggihan efek-efek sinematografi era milenial sebagai hiburan semata?

Ternyata tidak. Di kisaran menit-menit kesekian, ketika tokoh Karen bercakap-cakap dengan anaknya, Andy, saya menemukan nyaris semua jawabannya. Kiranya dari sinilah, dari percakapan antara ibu dan anak itulah sebenarnya pesan moral film tersebut perlahan mulai disampaikan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x