Mohon tunggu...
Elang Maulana
Elang Maulana Mohon Tunggu... Petani
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Hanya manusia biasa yang mencoba untuk bermanfaat, bagi diri dan orang lain..

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Kisah Sunan Kalijaga dan Pertemuannya dengan Nyi Roro Kidul

7 Juni 2020   16:50 Diperbarui: 7 Juni 2020   16:40 305 18 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kisah Sunan Kalijaga dan Pertemuannya dengan Nyi Roro Kidul
Wajibbaca

BERKEMBANGNYA agama Islam di tanah air, khususnya tentu saja tidak akan lepas dari keberadaan sembilan orang waliullah yang sarat dengan segala kebajikan dan karomah. Kesembilan Waliullah ini kemudian dikenal oleh publik tanah air dengan sebutan wali songo atau sembilan wali.

Diantara ke sembilan wali tersebut, ada satu nama yang cukup terkenal. Bahkan, karena keterkenalannya ini, sebuah rumah produksi sempat mengabadikannya dalam bentuk tayangan sinema film. Dia bernama Sunan Kalijaga.

Tentu saja nama Sunan Kalijaga bukanlah nama sebenarnya. Nama aslinya adalah Raden Said. Dia merupakan anak Tumenggung Wilatikta, seorang adipati Tuban, salah satu kadipaten di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit.

Konon menurut beberapa sumber yang pernah penulis baca, Sunan Kalijaga diperkirakan lahir pada 1450 Masehi.

Seperti kita lihat dalam tayangan film-nya, Sunan Kalijaga  sedikit lebih berbeda dalam hal penampilan dan cara dakwahnya dibanding dengan wali-wali lainnya.

Dalam kesehariannya, Sunan Kalijaga lebih sering mengenakan pakaian serba hitam dengan blankon khas jawa. Sementara, dalam mengenalkan Islam kepada masyarakat, Sunan Kalijaga kerap memasukkan nilai-nilai Islam dalam tradisi atau budaya masyarakat lokal seperti kesenian wayang dan lagu-lagu daerah.

Sunan Kalijaga Muda

Dibaca dari beberapa sumber serta tayangan film yang pernah penulis tonton,  Sunan Kalijaga yang semasa mudanya bernama Raden Said pernah kedapatan mencuri barang hasil bumi yang tersimpan di gudang kadipaten.

Tapi, hasil curian tersebut bukan untuk dinikmati sendiri, melainkan dibagikannya terhadap warga yang kala itu tengah dilanda kekeringan serta krisis kelaparan. Hal itu terpaksa dilakukan Raden Said karena keprihatinan beliau melihat kesengsaraan rakyat yang terbebani upeti tinggi saat musim kemarau.

Satu dua kali mencuri, aksi Raden Said masih aman. Namun, lama kelamaan, aksinya kepergok dan tertangkap oleh pasukan pengawal kadipaten. Kemudian diserahkan pada ayahnya, Tumenggung Wilatikta. Dan beliaupun mendapat hukuman.

Rupanya, hal tadi tak membuat jera. Dorongan hatinya untuk selalu ingin membantu meringankan kesenggsaraan rakyat, membuat Raden Said nekat mencuri di rumah-rumah bangsawan.

Tapi, lagi-lagi perbuatannya itu ketahuan. Sebagai hukumannya, Raden Said pun akhirnya diusir dari kadipaten.

Bertemu dan Berguru pada Sunan Bonang

Dikisahkan dalam masa pengembaraannya, Raden Said bertemu dengan seorang pria tua yang tengah berjalan sendirin hanya dibantu dengan sebuah tongkat emas. Timbul dalam pikiran Raden Said untuk merampok dan merebut tongkat emas milik pria tua tersebut.

Sayang, kali ini Raden Said salah sasaran. Sebab yang dirampok itu bukanlah pria sembarangan. Dia adalah salah satu wali yang dituakan, namanya Sunan Bonang. Terang saja, Raden Said tidak mampu berbuat banyak. Bahkan dia malah berbalik kagum setelah Sunan Bonang memperlihatkan karomahnya dengan mengubah buah aren menjadi emas.

Dari sini Raden Said sadar, untuk kemudian memohon untuk dijadikan murid Sunan Bonang.

Dimohon menjadi gurunya, Sunan Bonang tak lantas mengiyakannya. Beliau ingin menguji dulu keteguhan dan keseriusan Raden Said. Sunan Bonang memerintahkan Raden Said untuk menunggui tongkat emasnya yang dia tancapkan di sebuah pinggiran kali. Raden Said pun menyanggupinya.

Entah berapa lama, Raden Said menunggui tongkat milik Sunan Bonang tersebut. Tapi yang pasti, dia berhasil lulus dari ujian dengan menjalankan amanah Sunan Bonang. Nah, karena begitu tekun dan kuatnya menjaga tongkat emas Sunan Bonang di pinggir kali inilah, kemudian Raden Said mendapat julukan Sunan Kalijaga.

Setelah mendapat julukan Sunan Kalijaga, beliapun melakukan syiar Islamnya di sekitaran kerajaan Demak. Sunan Kalijaga pun sangat berandil besar dalam pendirian kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa tersebut.

Bertemu Nyi Roro Kidul

Sunan Kalijaga adalah salah seorang anggota Wali Songo yang memiliki ilmu kanuragan dan ilmu kebatinan sangat tinggi sebagai karomah yang diberikan oleh Allah SWT.

Karena dengan kekuatan dan kesaktiannya ini, dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa beliau mampu menaklukan penguasa pantai selatan, Nyi Roro Kidul, hingga akhirnya yang bersangkutan memeluk agama Islam.

Menurut pemahaman penulis hasil nonton dari Chanel Youtube SI MIMEN, kisah pertemuan Sunan Kalijaga dengan penguasa pantai selatan ini diawali saat semua daerah di wilayah pantai tersebut dilanda wabau penyakit. Konon, kisahnya pagebluk ini ditimbulkan oleh kejahatan Nyi Roro Kidul.

Merasa iba dan kasihan, Sunan Kalijaga mencoba melawan wabah penyakit yang diciptakan Nyi Roro Kidul tersebut. Beliaupun bertarung dengannya. Sayang, pada kesempatan itu, Sunan Kalijaga mengalami kekalahan.

Namun, pasca kekalahan itu akhinya kanjeng Sunan Kalijaga mendapat wangsit, jika ingin mengalahkan Nyi Roro Kidul harus menghatamkan Al-Quran lebih dulu.

Singkat cerita, Sunan Kalijaga pun berhasil hatam Al-Quran di Mesjid Demak dengan disaksikan oleh beberapa anggota Wali Songo lainnya. Tak lama kemudian, usai solat subuh berjamaah, para wali menemukan kulit kambing.

Masih menurut penuturan Chanel Youtube SI MIMEN, Kulit kambing tersebut kemudian dibuat menjadi rompi dengan rajahan oleh Sunan Bonang. Rompi inilah yang kemudian disebut sebagai Rompi Ontokusumo. Hingga akhirnya dipakai oleh Sunan Kalijaga.

Konon ceritanya setelah memakai Rompi tersebut, kekuatan Sunan Kalijaga menjadi berlipat ganda. Rompi ini pulalah yang menjadi tameng dalam pertempurannya menaklukan ratu pantai selatan, Nyi Roro Kidul.

Namun, versi lain mengisahkan bahwa pertemuan Sunan Kalijaga dengan Nyi Roro Kidul berawal dari sebuah peperangan antara Prabu Siliwangi dan Sunan Kalijaga sebagai utusan dari Sunan Gunung Jati.

Peperangan terjadi karena Prabu Siliwangi yang merupakan Raja Pajajaran tidak menerima dirinya diislamkan oleh Sunan Gunung Jati.

Dikutip Misteripedia.com, kala itu terjadi benturan amat hebat antara dua kepercayaan yang sama-sama kuat di masyarakat yaitu Islam dan Hindu. Inilah yang menyebabkan perang saudara terjadi antara Prabu Siliwangi yang terkenal sakti mandraguna dengan pasukan dari kerajaan Cirebon.

Dalam peperangan itu, diutuslah Pangeran Arya Kemuning, Dewi Nyimas Gandasari serta Nyimas Roro Kencono Wungu untuk menaklukkan kesaktian Prabu Siliwangi, namun gagal.

Karena itu akhirnya Sunan Kalijaga diutus untuk menghadapi sang Prabu Siliwangi. Namun lagi-lagi, Cirebon kalah.

Kisah Sunan Kalijaga dengan Nyi Roro Kidul, atau yang bernama asli Dewi Nawang Wulun, pun berawal dari sini. Syahdan, sesungguhnya Dewi Nawang Wulan merupakan anak dari Prabu Siliwangi dari istri keduanya, Ratu Palaga Inggris.

Sunan Gunung Jati mendapatkan petunjuk atau ilafat bahwa untuk menaklukkan Prabu Siliwangi hanya bisa dilakukan dengan menggunakan Tombak Karera Reksa. Ini adalah tombak sakti milik Nyi Roro Kidul.

Diutuslah Sunan Kalijaga untuk menemui Nyi Roro Kidul guna mendapatkan tombak sakti itu. Saat bertemu Sunan Kalijaga, perasaan cinta di hati Nyi Roro Kidul mulai bersemi. Rupanya, sejak lama Nyi Roro Kidul menyimpan rasa cinta pada Sunan Kalijaga.

Salam

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x