Mohon tunggu...
Elang Maulana
Elang Maulana Mohon Tunggu... Petani
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Hanya manusia biasa yang mencoba untuk bermanfaat, bagi diri dan orang lain..

Selanjutnya

Tutup

Keamanan Pilihan

Ini Dia Penyesalan Aref Fedulla, Eks Anggota ISIS asal Indonesia

6 Februari 2020   23:12 Diperbarui: 6 Februari 2020   23:28 1688 50 16 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ini Dia Penyesalan Aref Fedulla, Eks Anggota ISIS asal Indonesia
Dok.Fajar

PENYESALAN selalu datang terlambat. Ungkapan ini rasanya cocok untuk menggambarkan keluh kesah salah seorang eks anggota ISIS asal Indonesia, Aref Fedulla.

Diungkapkan kepada jurnalis BBC, Quentin Sommervile, Aref mengaku menyesal telah memboyong seluruh keluarganya ke Suriah, termasuk ibu dan anaknya. Saat ini, pria yang sudah berstatus sebagai tahanan tersebut tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan.

Pengakuan Aref salah seorang WNI mantan anggota ISIS ini terdapat dalam video yang diunggah akun Twitter resmi BBC Indonesia--jaringan Suara.com, @bbcindonesia, pada Rabu (5/2/2020).

"Itu adalah hal paling gila di hidup saya. Saya membawa seluruh keluarga saya ke Suriah," kata Aref kepada Sommerville.

Diakui Aref, bahwa keputusannya membawa seluruh kekuarga lima tahun silam atau pada tahun 2015 ke Suriah adalah kesalahan paling besar, yang pernah ia lakukan sumur hidupnya.

Saat ini, Aref sama sekali tidak mampu berbuat apapun bagi kelangsungan atau masa depan keluarganya. Mengingat, posisinya sekarang sebagai tahanan. Parahnya, proses hukumnya tak kunjung dilaksanakan alias belum mendapat inkrah atau putusan tetap dari pengadilan setempat.

"Kami harus ke pengadilan. Dan sekarang, kami tidak tahu apa yang sebenarnya kami lakukan di sini selama dua tahun terakhir," ujar Aref.

Dijelaskan Aref, Warga Negara Indonesia mantan anggota ISIS yang dipenjara bukan hanya dirinya, melainkan masih banyak lagi. Bahkan, diantaranya sudah ada yang mendekam dalam penjara selama tiga sampai empat tahun. Sama hal dengan dirinya, yang lainpun sama sekali tidak melewati proses hukum yang jelas.

"Tidak ada satu orang pun dari Indonesia yang mendatangi saya dan berbicara pada saya. Tidak ada satu orang pun," ungkapnya.

Lalu, bagaimana nasib WNI eks ISIS yang kini terlantar? Sebenarnya, Menteri Agama (Menag) Fahrul Razi menyebutkan bahwa Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) akan segera memulangkan WNI eks ISIS ke tanah air.

Alasan Fahrul atas rencana pemulangan WNI eks ISIS tersebut lebih kepada prinsip kemanusiaan.

Namun, sepertinyan keinginan rencana Fahrul ini tidak berjalan mulus. Pasalnya, kurang mendapat respon dari Presiden Jokowi. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menolak atas rencana pemulangan WNI mantan ISIS ke Indonesia.

Kendati demikian, penolakam ini belum dinal. Pasalnya, masih dikatakan Jokowi, pernyataan sikapnya itu bukan berdasarkan hasil rapat terbatas bersama sejumlah lembaga dan kementrian terkait.

"Kalau bertanya kepada saya saja sih, ya saya akan bilang, tidak. Tapi tentu saja, ini masih akan dibahas dalam rapat terbatas. Saya hendak mendengarkan pandangan dari jajaran pemerintah, kementerian, dan lembaga lain terlebih dahulu sebelum memutuskan. Semuanya harus dihitung-hitung plus minusnya," tuturnya.

Hampir senada dengan Jokowi, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, juga masih belum bisa memastikan kepulangan mantan ISIS ke tanah air. Lantaran, masih harus banyak dipertimbangan baik buruknya.

"Mulai dari mudarotnya kalu dipulangkan itu nanti bisa menjadi masalah di sini, bisa menjadi virus baru di sini. Karena jelas-jelas dia pergi ke sana untuk menjadi teroris," ujar Mahfud Md di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Wassallam

Referensi : satu, dua, tiga, empat

VIDEO PILIHAN