Mohon tunggu...
Sutrisno S Parasian Panjaitan
Sutrisno S Parasian Panjaitan Mohon Tunggu... Retorika Praktis - Complex being

Be Better.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Social Shaming, Terkait Cuitan di Bali

20 Januari 2021   10:15 Diperbarui: 20 Januari 2021   10:36 92 5 0 Mohon Tunggu...


Mungkin sebagian dari kita sudah pada mengetahui kejadian yang belakangan ini terjadi seputar kasus Playing Victim yang dilakukan imigran asal US. Bagi yang belum tahu mungkin bisa tonton video youtube dari saudara kita di atas.

Saya pribadi sebenarnya sepakat dengan pihak dari Indonesia, kita hanya memberikan komentar akan cara imigran tersebut yang tidak pantas untuk dia lakukan jika dia ingin tinggal di Indonesia. Tapi mengingat hal ini terjadi di social media dimana cuitan itu bisa sangat melebar luas, bisa saja ada hal hal yang menjadi poin yang bisa dimanfaatkan imigran tersebut untuk "playing victim".

Biasanya saya tidak terlalu peduli dengan berita-berita seperti ini tapi jadi teringat kasus yang pernah saya alami sendiri. Mungkin beberapa kali.

Saya  juga pernah beradu argumen hingga membuat kegaduhan yang cukup parah menurut saya. Saat itu saya dan teman chating saya sedang beradu argumen tentang postingan akun facebooknya mengenai homoseksual.

Sebagaimana tanggapan saya yang jujur dan tidak mengada-ngada, saya mengutarakan kalau homoseksual itu tindakan yang menjijikkan dan mengherankan jika ada orang yang melakukan itu, namun saya mengatakan hal itu sambil menggodanya karena dia adalah gadis yang cukup menarik.

Awalnya teman chating saya itu menggoda saya untuk mengubah cara pikir saya. "Comon, you will like it" kira-kira seperti itu lah saya digodanya. Namun saya tegas katakan tidak karena itu menjijikkan. kemudian satu persatu teman-nya menyambung komentar postingan tersebut dan mulai mengodaku.

Dari sekedar godaan mulai muncul bulying. Merasa mereka terlalu barbar, saya mulai membalas ucapan-ucapan kasar yang mereka berikan ke saya. Hingga akhirnya saya silap mulai menghina mereka dengan sangat fatal. Seharusnya hal itu cuma sekedar argumen setuju atau tidak setuju saja.

Namun berubah menjadi social shaming dimana saja terpojok emosi dengan mengatakan bahwa sangat disayangkan negara kuat seperti mereka mempunyai warga yang barbar.

Ya, saya jadi menghina sebuah negara dan sudah pasti hal tersebut tidak membuat mereka berhenti dan malah semakin menjadi-jadi. Hal itu karena tak peduli saya benar atau salah mereka begitu kompak saling mendukung argumen masing-masing agar membuat argumen saya tak berarti. Sayangnya postingan tersebut sudah dihapus olehnya dan saya pribadi tidak pernah lagi berkomunikasi dengannya dan teman-temannya.

Teringat hal itu, cuitan tentang playing victim imigran tersebut bisa saja terjadi karna melebarnya isi dari komentar-komentar yang dilakukan terhadap mereka. Namun tetap saja yang dilakukan imigran tersebut salah. 

Mungkin dari sini kita bisa belajar untuk memberi komentar yang seperlunya saja. Dan agar bisa membantu mengurangi kegaduhan akibat postingan di Media ataupun Internet mungkin akan baik jika lembaga tempat kita bisa melaporkan tentang suatu kejanggalan sebuah konten untuk benar-benar bisa aktif.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN