Mohon tunggu...
Ekriyani
Ekriyani Mohon Tunggu... IRT

Hanya orang biasa, bkn siapa2

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Kelelawar dan Matahari

2 Juni 2020   08:58 Diperbarui: 2 Juni 2020   08:55 31 17 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi: Kelelawar dan Matahari
kompas.com


Kelelawar dan Matahari

Tak sengaja aku tersentuh kelelawar
Lembut tak terkira
Dari wujud rupa
Dalam kepala melekat ketakutan
Kelembutan di balik kesangaran

Seperti seorang penjagal
Berhadapan dengan kematian
"Apakah kau ingin ia tampak?" katanya

Maka korbankanlah dirimu
Jadilah sirna
Jangan sampai tersisa

Ia telah mengorbankan waktunya
Tenaganya
Pikiran dan hatinya
Menjadi sangar, kasar!
Lembut hanya jadi kulit tubuhnya

Mungkinkah seperti kelembutan matahari,
Merambat lewat kehangatan?

Maka terjadilah percakapan kelelawar dan matahari, "Wahai kelelawar, sifat lembutmu menyentuh segala sesuatu. Aku ingin berbuat baik padamu. Maka matilah, hingga kau mendapatkan cahaya keagunganku. Dan keluarlah dari sifat kekelawarmu."

(Sungai Limas, 2 Juni 2020)

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x