Mohon tunggu...
Eko Yuniarsyah
Eko Yuniarsyah Mohon Tunggu... Civil/Structural Engineer

https://ekoyuniarsyah.home.blog/about/

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Connect the Dots

6 September 2020   05:47 Diperbarui: 6 September 2020   05:59 55 2 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Connect the Dots
Dok. pribadi

Mendiang Steve Jobs pernah berkata saat memberikan ceramah di Universitas Stanford tahun 2005: "Again, you can't connect the dots looking forward; you can only connect them looking backward. So you have to trust that the dots will somehow connect in your future." Yang di bilang Steve Jobs benar, at least berlaku bagi saya.

Saya masuk SMA tahun 2002. Sangat mudah, tidak seperti sekarang, dimana orang tua terpaksa sibuk dan 'ikut campur' agar anaknya bisa masuk sekolah. 

Di SMA, saya cukup popuper, setiap tahun jadi ketua kelas, dan jadi 'pejabat' OSIS. Tapi satu hal yang jadi pikiran saya, apakah saya bisa kuliah? Mengingat kondisi ekonomi keluarga saya saat itu. Tapi tekat saya kuat, saya harus kuliah. Bagaimanapun caranya.

Naik kelas 3, saya sempat memilih IPS. Tujuan saya satu, ingin masuk STAN. Namun, terpaksa masuk IPA karena nilai saya dibidang itu lebih dominan. Karena keterbatasan informasi (saya belum mengerti internet), saya tidak jadi tes STAN. Saya mendaftar Universitas Sriwijaya melalui jalur PMDK. Saya memilih Jurusan Kedokteran sebagai pilihan pertama, dan Jurusan Manajemen sebagai pilihan kedua. 

Diwaktu yang hampir bersamaan, saya diajukan sekolah untuk mengikuti seleksi ITB jalur Kemitraan Nusantara (KN). Total ada 42 siswa dari 14 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan yang mengikuti seleksi tersebut. 

Alhamdulillah, saya salah satu dari 14 siswa yang lulus. Selain itu, saya juga diterima di Jurusan Manajemen Universitas Sriwijaya. Saya putuskan untuk memilih ITB.

Saya lupa tanggalnya, awal Juni 2005 sebelum pengumuman kelulusan SMA, kami ke 14 siswa yang lulus seleksi berangkat ke Bandung menggunakan bus. Bagi saya, ini adalah pertama kali menginjakkan kaki di tanah Jawa. Naik kapal laut untuk pertama kali, 'plangak plongok' melihat gedung tinggi Jakarta, dan akhirnya sampai di kota kembang, Bandung. 

Kami, semua siswa dari seluruh Indonesia yang lulus program KN ini diharuskan mengikuti program matrikulasi dari ITB (Bridging Program). Setelah mengikuti program ini, barulah kami menentukan program studi (prodi) yang ingin di pilih.

 Saya hanya ingin memilih prodi yang tidak ada fisikanya, pilihan pertama Teknik Sipil dan pilihan kedua Teknik Kelautan. Saya diterima di Teknik Sipil, yang belakangan baru saya tahu, sebagian besar mata kuliah berkaitan dengan 'Fisika'.

Tahun 2008, ITB menawarkan program 'Fast Track' di beberapa prodi, termasuk prodi Teknik Sipil. Program ini mengizinkan mahasiswa tingkat 4 untuk mengambil mata kuliah S2, dan dapat melanjutkan studi S2 hanya dengan menambah 1 tahun, sehingga S1 dan S2 bisa diselesaikan dalam jangka waktu 5 tahun. 

Tujuan dari program ini untuk meningkatkan kualitas input pasca sarjana ITB, khususnya program magister. Saya pun ikut mendaftar. Sayangnya, karena saya kuliah sambil bekerja, kelulusan S2 saya molor setengah tahun dari yang diharapkan. Lulus S2, saya melamar dibeberapa perusahaan besar dan semuanya gagal karena psikotest (entah apa yang salah?!).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN