Mohon tunggu...
Eko Irawan
Eko Irawan Mohon Tunggu... Penulis - Menulis itu Hidup

Pantang mundur seperti Ikan

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Kisah Hujan

19 Oktober 2021   20:57 Diperbarui: 19 Oktober 2021   21:43 79 6 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Kisah hujan dokpri Eko irawan

Deras. Menerpa bumi. Membasuh muka yang kusut. Menjemput rejeki. Membasah disekujur tubuh. Aku tak mengeluh. Karena ini kisah hujan.

Bulir bulir jatuh dari langit. Menghempas aspal. Kisah hujan dibulan Oktober. Tentang kemana setelah ini. Perjuangan yang belum usai. Untuk apa. Untuk siapa. Sampai kapan. Tak tahu.

Rencana kadang kandas dalam badai hujan. Pupus terhanyut bersama lautan air. Menghempas dalam got got keangkuhan. Kotaku mulai banjir. Terbawa arus dalam alasan. Yang tak dimengerti.

Aku tak membencimu duhai hujan. Aku adalah kepasrahan semesta. Kutetap melangkah menunggu. Hingga kapan. Hanya bisa pasrah. Karena aku harus seperti air. Yang menumbuhkan berjuta hidup. Dalam takdir Illahi.

Hujan sembuhkan aku. Bawa aku dalam doa doa. Kesegaran saat haus. Obat saat kering kerontang. Teruslah ada tanpa banyak alasan. Tanpa menunggu. Tanpa drama orang orang munafik. 

Terkutuklah orang yang mempermainkan tangisku. Kepada siapa lagi aku percaya. Hanya pasrah, kuceritakan padamu. Aku percaya Keajaiban Illahi. Kubutuh sekarang, bukan nanti.

Malang, 19 Oktober 2021

Oleh Eko Irawan

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan