Mohon tunggu...
Eko Irawan
Eko Irawan Mohon Tunggu... Hidup Indah dengan Menulis dan Berbagi

Penulis Sejarah, Budaya, motivasi dan sastra. Pegiat Kampung Sejarah dan Kampung Nila Slilir. Pegiat Sejarah dari Museum Reenactor Ngalam di Kota Malang

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Satu tapi Dua

6 Mei 2021   03:41 Diperbarui: 6 Mei 2021   03:47 62 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Satu tapi Dua
Satu tapi dua dokpri Eko irawan

Benarkah aku sudah jadi dua? Aku hanya satu. Tapi ada dua kepribadian dalam satu raga. Bukan hanya aku, tapi juga masyarakat, karena ada warga net atau netizen sebagai masyarakat dunia Maya, dan masyarakat real yang secara fisik ada disekitar kita. Dipungkiri atau tidak, didunia sekarang, memang trend 2 pribadi ada disemua lini. Contohnya sekolah. Gedung sekolahnya ada, tapi murid secara fisik tidak ada. Karena sekarang sekolah online dari rumah. Sejak pandemi, dunia Maya di medsos jadi ajang baru mengekspresikan diri yang lebih penting dari prestasi nyata. Semua jadi virtual. Branding semata. Pencitraan. Inilah jaman baru itu. Artikel berikut mencoba kupas fenomena jaman now, yang tak pernah terpikirkan ditahun tahun yang lalu.

Plus minus medsos 

Tak punya medsos dijaman sekarang, ibarat ketinggalan kereta. Dijamin ketinggalan info kekinian. Banyak media informasi yang dulu vital, seperti televisi, radio, koran dan majalah sekarang mulai digantikan perannya. Serba online. Cari makan saja bisa pesan online. Internet dengan medsos sekarang benar benar jadi tehnologi terdepan peradaban manusia. 

Orang yang tak menggunakan medsos, akan tergilas jaman. Secara sosial, dia tidak akan dikenal apa kiprahnya. Secara tidak langsung, dia tidak bisa bersosialisasi dengan lingkungan jaman kekinian. Dampak pandemi telah merubah mindset secara tiba tiba. 

Namun harus tetap bijak bermedsos,  karena kita menghadapi dunia yang serba cepat, banyak hoax dan jangan mudah menelan mentah mentah sebuah informasi. Harus hati hati. Ada kemudahan, namun ada pihak jahat tertentu yang menggunakan medsos untuk dunia tipu tipu. Inilah gambaran jaman now secara singkat, semua ada plus minusnya.

Aku satu tapi dua 

Pembahasan hal ini bisa melebar kemana mana. Namun dalam artikel ini mencoba kupas sisi kepribadian kemanusiaan sebagai pengguna medsos. Jaman sekarang adalah jaman keemasan dirimu mudah diakui, terkenal dan viral hanya dengan suatu tindakan yang paling gokil. Jaman dahulu, seorang artis top, Marshanda joget joget, sudah dianggap gila. Padahal sekarang dengan joget joget tiktok, hal itu bisa jadikan dirimu ngetop. Padahal yang berinovasi dengan kontribusi bermanfaat untuk banyak pihak, tidak viral. Kalah sama joget joget. Lucu juga era kekinian. Banyak yang terkena sindrom tiktokan. Apakah itu melambangkan kepribadiannya? Entahlah.

Dengan medsos, kamu memang bisa menjadikan dirimu ngetop. Aktivitasmu dimedsos akan membuat dirimu punya tempat yang diakui. Semua manusia butuh diakui eksistensinya, dan medsos adalah panggung baru kekinian yang membantumu mencitrakan dirimu. Bagi yang mencari pasangan hidup di medsos, haruslah hati hati. Kecanggihan kamera jahat, mampu mencitrakan dirimu lebih sempurna. Inilah suka duka jaman medsos. Kepribadianmu dimedsos bisa kamu setting sendiri sesuai keinginan dan tujuanmu. Dirimu memang satu, tapi bisa jadi dua. Yang satunya virtual, hidup didunia Maya, dunia sempurna sesuai settinganmu sendiri.

Medsos tak harus dibenci 

Bijaklah gunakan medsos. Harus tetap hati hati. Banyak hoax bisa kamu terima berasal dari medsos, namun banyak manfaat bisa kamu gunakan disana. Tak mungkin antipati dengan membenci medsos. Ambilah sisi positifnya. 

Sebagai penulis, saya menemukan proses signifikan dalam berkarya diera internet booming. 20 tahun lalu, saya telah menulis, tapi tulisan saya tak pernah bisa tayang karena dulu manual banget. Sekarang menulis sangat mudah, karena ada digenggaman tangan. Kesulitan saya sangat terbantu dengan medsos. Bahkan dengan medsos, banyak hal bisa saya ekspresikan. Dalam hal ini, saya menemukan sisi positif luar biasa. Bagi saya pribadi, medsos dan dunia nyata bisa saya sinergikan. Mungkin ada dua aku yang berbeda, tapi aku tetap satu. Inilah sikap penting dan bijak yang harus diambil. Jangan sampai proses menjadi dirimu sendiri menjadi salah terbangun. Pencitraan itu hakmu, namun jangan digunakan untuk maksud merugikan pihak lain. Bagaimanapun juga, medsos itu terserah kamu. Terserah penggunanya. Jangan jadi dua pribadi yang berbeda, karena bagaimanapun hal itu sikap kurang terpuji. Bagaimana dengan anda? 

Demikian ulasan saya, semoga menginspirasi.

Malang, 6 Mei 2021

Oleh Eko Irawan

VIDEO PILIHAN