Mohon tunggu...
Eko Irawan
Eko Irawan Mohon Tunggu... Hidup Indah dengan Menulis dan Berbagi

Penulis Sejarah, Budaya, motivasi dan sastra. Pegiat Kampung Sejarah dan Kampung Nila Slilir. Pegiat Sejarah dari Museum Reenactor Ngalam di Kota Malang

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Mati Rasa

15 April 2021   10:59 Diperbarui: 15 April 2021   11:06 90 4 0 Mohon Tunggu...

Syahdunya berbuka. Romantisnya saur. Dengan suguhan apa adanya. Sungguh nikmat. Terekam dalam lintas waktu. Yang tetap terkenang. Terngiang. Pernah ada.

Namun itu dulu. Sebelum ada dia, yang kau bela. Dan aku yang salah. Hanya debat kusir jika dibahas. Masalah pelik, yang tak pernah tuntas. Ramadan pun jadi kenangan sedih.  

Bukan salah atau benar. Apa yang kulakukan adalah menjaga amanat. Menjaga kehormatanmu. Agar tak dilecehkan para munafik. Yang ngaku malaikat, tapi berprilaku bejat. Bilangnya hanya menasehati, tapi apa yang kalian lakukan.

Aku boleh kau tipu. Tapi Ramadan pernah jadi saksi. Apa yang engkau lakukan bersamanya. Sungguh mulia perbuatan itu. Dipuji para malaikat langit bumi. Itukah pilihan yang lebih baik dariku? 

Aku tetap kau salahkan. Aku tetap jadi kambing hitam. Demi bahagiaku bersamanya. Keren bukan skenariomu? Hebat caramu. Tapi Allah sudah bongkar kedokmu. Karena Ramadan saksinya.

Dan jangan sangka aku bisa kau permainkan lagi. Ini sandiwara gila. Mungkin kau sangka aku bodoh. Tak tegas. Tak teges. Bisa ditipu. 

Silahkan nilai, karena yang menilaiku lebih mulia dari tuduhanmu. Allah tahu apa yang kau tuduhkan padaku. Dan Allah sudah membuka tabir rahasia, tentang apa yang kau lakukan bersamanya. Dusta apa lagi yang akan kau nyatakan? 

Sebuah pembenaran sepihak, caramu, agar benar perbuatanmu. Aku ikhlaskan, hadapi karma setingan. Toh, itu hidupmu sendiri. Aku hanya jalankan tugas sebelum aku pergi. 

Caramu musuhi aku. Tak elok dinilai langit bumi. Cara munafik, mencampur benci dalam balas dendam, biar kapok. Tapi butuh. Kok aneh? Tentu ini bisikan sang Arjuna bajinganmu. Jika bersamaku Tak cocok, kenapa pura pura? Aku tak menghalangimu. Karena bersamaku semua sudah mati rasa.

Malang, 15 April 2021

Oleh Eko Irawan

VIDEO PILIHAN