Mohon tunggu...
Eko Irawan
Eko Irawan Mohon Tunggu... Hidup Indah dengan Menulis dan Berbagi

Penulis Sejarah, Budaya, motivasi dan sastra. Pegiat Kampung Sejarah dan Kampung Nila Slilir. Pegiat Sejarah dari Museum Reenactor Ngalam di Kota Malang

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Pesan dari Negeri Seberang

2 April 2021   21:58 Diperbarui: 2 April 2021   22:05 59 8 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pesan dari Negeri Seberang
Foto dari Facebook Safreni Candra sari

Bait bait kisah dalam lembar sejarah. Tersimpan jauh hingga ke delft. Terpisah oleh luas samudra. Jauh lintas benua.

Ini hanya kenangan. Milikku. Yang tak pernah terungkap. Saat Gending tropong bang bergema. Diaula karawitan.

 Alunan nada Gending. Kisah bisu yang disimpan sendiri. Kaupun tak tahu. tak sangka. Tapi ini bukan takdir bersama. Hanya kisah bodoh. Yang disimpan sendiri.

Saat waktu ada. Kesempatan ternyata tiada terulang. Menunggu waktu tepat yang tak pernah datang. Menunda sendiri. Takut tanpa alasan. 

Seperti merpati putih. Yang selalu datang disetiap pagi. Menyapa si kelinci lucu. Balkon kreasi, selama pandemi. Senyap bagai pesan dari negeri seberang. Karena merpati tak bisa cerita.

Screenshoot FB safreni Candra sari
Screenshoot FB safreni Candra sari
Engkau jauh disana. Kisah ini tak punya makna. Hanya kumpulan surat bersampul pink. Yang tak pernah terkirim. Tersimpan dan hilang. 

Terima kasih sudah menghias masa lalu. Walau itu hanya aku sendiri. Rasa yang tak pernah sampai. Ragu yang menghambat. Tak pernah berani bicara. Hingga harus berpisah. Untuk takdir lainnya.

Pesan dari negeri seberang. Dibawa merpati putih. Diceritakan pada kelinci. Pelajaran berharga tentang menunda. Menunggu. Dan akhirnya jadi pesan tak sampai

Dari Malang menuju Delft, 2 April 2021

Oleh Eko Irawan

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x