Mohon tunggu...
Eko Irawan
Eko Irawan Mohon Tunggu... Hidup Indah dengan Menulis dan Berbagi

Penulis Sejarah, Budaya, motivasi dan sastra. Pegiat Kampung Sejarah dan Kampung Nila Slilir. Pegiat Sejarah dari Museum Reenactor Ngalam di Kota Malang

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Rindu yang Hilang

16 Januari 2021   00:59 Diperbarui: 16 Januari 2021   02:13 78 8 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Rindu yang Hilang
Rindu yang Hilang Dokpri

Perjalanan ini. Kisah selisih. Berbeda. Saat sepakat sudah mati. Jadilah terjal. Menanjak. Penuh aral. Dan tak nyaman lagi dilalui.

Berpuluh tahun. Penuh ujian. Penuh cobaan. Saat yang baik, tak diakui lagi. Diperbesar yang salah. Dan gebyah Uyah. Semua dilaknatkan. Maha besar dendam atas segala fitnahnya.

Dan terbawalah semua. Tanpa syukur. Yang nampak derita demi derita. Pintar dalam kata, agar menang tiada Tara. Tak bisa terbantah, agar benar sepanjang masa. Agar puas membalas, atas segala derita, membalas dengan seribu dendam Angkara.

Elus dada. Prihatin ini maksudnya apa. Teganya, ini demi siapa? 

Rindu yang hilang. Rindu yang telah pergi. Tak ada maaf lagi. Tak peduli akan keadilan Illahi. Yang penting puas, dendam terbalas dan sakit menyakiti. 

Tak ada kenangan. Tak ada cinta. Keindahan yang mekar. Bunga cinta yang telah padam. Semua sudah dihapus. Tak diakui lagi. Dianggap tak ada. Inilah kisah, Rindu yang Hilang.

Malang, 16 Januari 2021

Oleh Eko Irawan

VIDEO PILIHAN