Mohon tunggu...
Eko AkbarSukmana
Eko AkbarSukmana Mohon Tunggu... Guru - Pendidik

Yakin Usaha Sampai

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Aksi Nyata Modul 1.4

24 Juli 2021   18:02 Diperbarui: 24 Juli 2021   18:28 301
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Membangun budaya positif guru -- guru smp plus shafiyyatul amaliyyah

1. Latar Belakang

Budaya positif sangat penting diterapkan di Sekolah. Karena budaya positif merupakan faktor penting dalam membentuk karakter positif siswa. Artinya budaya positif merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pemikiran Ki Hadjar Dewantara. Bahwa tugas guru itu sebagai Pamong yang menuntung kekuatan kodrat yang dimiliki siswa.

Untuk membangun budaya positif salah satu faktor pendukungnya adalah guru -- guru yang memiliki komitmen yang kuat untuk menjalankannya. Terkadang, rutinitas dan jam mengajar yang terlalu padat akan membuat guru -- guru terlupa untuk merefleksikan hari -- hari yang sudah dijalaninya bersama siswa. 

Untuk merefleksikan akan lebih maksimal hasilnya, jika dewan guru saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya agar dapat berbagi informasi dan pemecahan masalah akan lebih mudah.

Melihat kondisi ini, Saya sebagai Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum & SDM menganggap penting untuk menghidupkan kembali fungsi komunitas guru mata pelajaran yang kegiatannya merupakan musyawarah untuk merefleksikan segala hal terkait mata pelajaran.

Satu hal yang tidak kalah pentingnya adalah tentang budaya literasi siswa. Kita semua pasti menyadari arti pentingnya sebuah literasi. Kecintaan pada literasi membutuhkan pembiasaan -- pembiasaan secara rutin dan konsisten. Suatu hal yang mustahil meminta siswa untuk mencintai literasi, jika gurunya belum begitu mencintai literasi. Oleh karena itu, Saya menumbuhkan kembali program literasi untuk guru -- guru dengan membudayakan 15 menit membaca setiap harinya.

2. Deskripsi Aksi

Berdasarakan latar belakang tersebut, sebagai Wakil Kepala Sekolah yang membawahi urusan kurikulum dan SDM menganggap perlu kiranya untuk mengaktifkan kembali MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) dan membangun Budaya Literasi Guru dan Siswa.

Hal ini dianggap penting karena;

  • Dengan MGMP guru -- guru dapat terbuka wawasannya, saling berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang media, strategi, dan inovasi -- inovasi pembelajaran lainnya.
  • Dengan menggerakkan guru -- guru untuk terbiasa dalam berliterasi. Maka akan secara mudah menumbuhkan semangat literasi untuk siswa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun