Mohon tunggu...
Ekky Erdiansyah
Ekky Erdiansyah Mohon Tunggu... Blogger

Sekedar penyampai opini seputar hobi saya saja. Dukung saya dengan donasi seikhlasnya di saweria.co/ekkyerdiansyah (atau) trakteer.id/ekkyerdiansyah. Terima kasih 🙏

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Apakah Budaya "Spill The Tea" di Media Sosial Itu Positif?

24 Agustus 2020   10:21 Diperbarui: 24 Agustus 2020   10:33 179 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Apakah Budaya "Spill The Tea" di Media Sosial Itu Positif?
Sumber : today.line.me

Buat yang belum tau budaya spill the tea itu apa, spill the tea atau yang lebih akrab dengan sebutan budaya spill merupakan suatu budaya buka-bukaan suatu kasus di media sosial (medsos).

Entah kenapa akhir-akhir ini, tren spill ini makin sering aja dilakuin para netizen di medsos macam Twitter, Facebook maupun Instagram. Kasus yang dibongkar pun bermacam-macam, ada kasus pelecehan seksual, terus kasus penipuan, utang-piutang, pemerkosaan, dan masih banyak lagi.

Nah, ngomong-ngomong soal budaya spill the tea ini, kira-kira budaya ini tuh positif atau enggak sih? Buat yang penasaran sama jawabannya, silahkan baca ulasan di bawah ini.

Positif atau Negatif?

Sumber : teepublic.com
Sumber : teepublic.com
Tanpa berlama-lama lagi, saya akan menjawab kalo budaya spill the tea itu bisa positif, bisa pula negatif. Lho, kok cari aman banget sih jawabannya? Ya simpel aja sih, budaya spill itu emang nyatanya "bermata dua".

Kita bahas yang positifnya dulu yah. Positifnya budaya spill di media sosial ini tentunya bisa membuat kasus yang di-spill tersebut bisa saja lebih cepat ditindak oleh pihak berwajib (sesuai dengan prosedur yang berlaku tentunya) karena seperti yang kita tau, suatu kasus yang sensasional kalo udah di-share di medsos, potensi ramainya bakalan lebih gede aja sih kalo menurut saya.

Kalo dampak negatif dari budaya spill ini sendiri ada dua. Pertama, tukang spill rawan dituntut balik menggunakan pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) oleh (terduga) pelaku. Lalu yang kedua, tukang spill rawan di-bully juga para netizen kalo penyampaian spill-nya terkesan blunder atau kasus yang di-spill tersebut tau-tau terbukti fitnah seperti kasus spill oleh beberapa netizen terkait rumah sakit yang (katanya) meng-Covid-kan paksa para pasien pada beberapa bulan yang lalu.

Sumber : twitter.com/mazzini_gsp
Sumber : twitter.com/mazzini_gsp
Solusi Terbaik

Saran saya, daripada kalian jadi tukang spill kasus di medsos, kalian mending langsung lapor polisi aja deh kalo kalian merasa dirugikan sama orang lain. Sebelum melapor ke polisi, jangan lupa juga buat sertain bukti-bukti konkret kalo kalian merasa dirugikan supaya kasus kalian kedepannya bisa diselesaikan dengan baik dan cepat, serta kaliannya sendiri juga gak bakalan lagi tuh kena "bumerang" yang bernama UU ITE itu.

Sumber : Opini pribadi.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x