Eka Sulistiyowati
Eka Sulistiyowati pegawai

aku tahu rezekiku takkan diambil orang lain, karenanya hatiku tenang. aku tahu amal-amalku takkan dikerjakan orang lain, karenanya kusibukkan diri dengan beramal

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Pengabdian Hamba-Mu

18 Oktober 2018   07:44 Diperbarui: 18 Oktober 2018   18:15 156 3 0

Seandainya mampu kutulis, ingin kutuliskan di langit betapa besar rasa  cintaku pada-Mu. Aku tak mampu berpaling, tak ingin lari dari naungan-Mu.  Sekalipun aku kerap menangis. Aku tetap berusaha untuk selalu bersama-Mu.  Aku yakin Kau takkan mengingkari janji. Bukankah segala yang telah Kau  beri adalah nikmat tak bertepi. Fabiayyi alaa irabbikuma tukadziban. Dan nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan?

Aku terluka namun aku tak ingin terluka kembali. Diriku yang hanyut  dalam fatamorgana dunia. Apa yang terlihat baik belum tentu baik di  hadap-Mu. Apa yang terlihat buruk belum tentu buruk di hadap-Mu. Segalanya  ini tentunya telah tertulis dalam Lauhul Mahfudz. 

Hanya saja ikhtiar  ini tak boleh berhenti. Dan segala harap serta doa ini terus tertuju  padaMu. Laa haula walaa quwwata illa billahil aliyyil adziim. Tiada daya dan upaya melainkan Allah SWT.

Aku berjalan lambat dan ritme waktu yang mengiringi  detak  jantungku. Bisa kurasakan tiap tarikan napas. Semua terasa begitu nyata.  Meskipun terkadang aku sibuk dengan duniaku sendiri. Aku tahu segalanya  ini Kau ciptakan tanpa ada sia-sia. 

Dan semua ini berpasang-pasangan.  Mestinya aku yakin akan kebenaran janjiMu.  Inna  ma'al usri yusro fainna ma'al usri yusro. Sesungguhnya setelah  kesulitan akan ada kemudahan dan dan setelah kesulitan ada kemudahan.


Di pandanganMu tiada berarti ketampanan dan kekayaan. Yang ada  hanyalah ketaqwaan. Namun mengapa mereka masih meributkan hal yang semu.  Fatamorgana menjadi suatu batasan akan penilaian manusia. Kecantikan  serta kekayaan menjadi tolak ukur. 

Mengapa fatamorgana dunia ini begitu  membutakan tiap insan. Dan aku terus berlari berlindung pada-Mu. Aku  masih percaya akan janji-Mu. Wa man aufa bi'ahdihii minallah. Dan siapakah yang lebih menepati janji melainkan Allah SWT.

Ingin selalu aku tersenyum bahagia. Menantikan mentari pagi dan  memandangnya dengan penuh kekaguman. Begitu indah segala yang telah Kau  ciptakan. 

Seraya seluruh alam menghipnotisku dan menyanjung-Mu. Semua  bertasbih memuja-Mu. Wa man yattaqillaha yaj'allahu makhraja. Barangsiapa bertaqwa kepada Allah maka akan diberikan jalan ke luar.

Ya Rabb, penguasa segalanya. Tetapkanlah hatiku pada pada-Mu.  Janganlah Kau biarkan aku terjerumus dalam lembah fitnah dan zina.  Sungguh aku tak ingin berpaling dari-Mu. Sesungguhnya aku terlalu lemah  untuk jauh dari-Mu. 

Aku merindukan-Mu. Dalam hening malam kuteteskan  airmata kerinduan yang sepanjang hari kupendam. Pada siapa lagi aku  meminta pertolongan. Dan meminta  pertolonganlah pada Allah dalam sabar dan solat. Sesungguhnya hal ini  akan sulit bagi orang-orang yang tidak khusyuk (Al Baqarah:45).

Aku percaya akan janji-Mu. Al  khabitsu lil khabitsin, wal khabitsu lil khabitsat. Watthayyibu  litthayyibin, watthayyibu na litthayyibat. Sesungguhnya wanita buruk  untuk laki-laki yang buruk dan laki-laki yang buruk untuk wanita yang  buruk. Sesungguhnya wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan  laki-laki baik untuk wanita yang baik.

Ya Rabb, pemilik segala hati. Janganlah Kau biarkan aku jauh dari-Mu.  Tak mampu diriku berdiri tanpa  rahmat dan kasih-Mu. Saat aku terluka,  saat aku menangis, saat aku berduka, kuingin hanya nama[Mu yang terucap.  Saat aku bahagia, saat aku tersenyum, kuingin hati ini selalu bersyukur  pada-Mu. 

Aku tak ingin terlelap pada kehidupan dunia yang hanya  sementara. Tuntunlah diri dan jiwa ini menuju jalan-Mu. Sungguh,  tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin  Allah dan barangsiapa beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi  petunjuk pada hatinya. Dan Allah mengetahui segala sesuatu (At  taghabun:11)

Sesungguhnya hanya sementara waktu yang kupunya di dunia ini. Meski  semua terasa begitu lama. Dunia ini hanyalah tempat di mana kita  singgah, bukan tempat untuk tinggal. Akhirat adalah tempat kita  dikembalikan. Mengapa mereka begitu mengagungkan dunia. Dengan memandang  rendah setiap insan. yang lemah. 

Tak sepantasnya melihat kekayaan  sebagai ukuran keabadian. Hati yang suci serta amalan sholeh itulah  bekal di hari pembangkitan nanti. Mengapa masih juga mengagungkan  kehidupan dunia yang fana. Maka apakah  kamu mengira bahwa sesungguhnnya Kami menciptakan kamu secara main-main  dan bahwa kamu tidak dikembalikan kepada Kami (Al Mu'minun:115)

Ya Rabb, ikatlah diriku. Jangan biarkan aku terjatuh, jangan biarkan  aku terluka. Hanya Engkau yang mampu menghapuskan kesedihan di hatiku.  Hanya Engkaulah penolongku. Aku sungguh tak berdaya tanpa-Mu. Aku  mencintai-Mu dan ingin terus mencintai-Mu. Aku tahu segala sesuatu di  dunia ini takkan terjadi tanpa kehendak-Mu. Dan bahwasannya Dia-lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis (An Najm:43)

Ya Tuhanku, ampunilah aku dan  masukkanlah aku dalam rahmatMu dan Engkau adalah Maha Penyayang diantara  para penyayang (Al Anfal:151).

Ya Tuhanku, aku telah beriman, maka  ampunilah aku dan berilah rahmat. Sesungguhnya Engkau adalah pemberi  rahmat yang baik (Al Mu'minun:109).

Ya Tuhanku , tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi dan Engkau adalah sebaik-baik yang memberi tempat (An Nur:29).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2