Humaniora

Islam dan Intoleransi, Jangan Salahkan Muslim

15 November 2017   08:57 Diperbarui: 15 November 2017   09:07 134 2 1

Banyak orang yang mencela oknum-oknum Muslim dengan tudingan "intoleran" atau "radikal" atau "sumbu pendek". Banyak juga orang Muslim "moderat" yang mencela sesama orang Muslim dengan tudingan-tudingan serupa.

Memang benar banyak orang Muslim yang intoleran dan radikal, tetapi akan saya tunjukkan bahwa sebenarnya kelompok-kelompok yang intoleran dan radikal itulah yang mengikuti Quran dengan lebih setia.

Quran sendiri yang mengajarkan bahwa orang-orang Muslim adalah sebaik-baiknya manusia, sedangkan orang-orang Non-Muslim adalah seburuk-buruknya binatang.

"Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman."
(QS: Al-Anfaal Ayat: 55)

"Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. "
(QS 98:6) 

Kafir maknanya adalah orang-orang yang menutup diri terhadap ajaran Islam. Musyrik maknanya adalah orang-orang yang menyembah selain Allah yang diajarkan Quran. Dengan demikian semua orang Non-Musim adalah orang termasuk Kafir, atau Musyrik, atau kedua-duanya. Jika Anda menyembah Yesus, Anda adalah kafir karena menutup diri terhadap Islam dan Anda adalah musyrik karena menyembah selain Allah nya Quran. Begitu juga jika Anda menyembah Siwa, Anda adalah kafir karena menutup diri terhadap Islam dan Anda adalah musyrik karena menyembah selain Allah.

Istilah "kafir" dan "musyrik" sendiri sebetulnya punya konotasi netral, karena maknanya adalah "menutup diri" dan "menyembah yang lain". Tetapi persoalannya adalah, Quran memberikan penjelasan lanjutan tentang apa itu Kafir dan Musyrik: mereka itu adalah seburuk-buruk binatang.

Perhatikan bahwa Quran tidak mengatakan "bagaikan" atau "seumpama" atau "mirip" binatang, Tetapi Quran mengatakan "adalah".  Jika saya "mirip" monyet, berarti saya bukan monyet. Jika saya "adalah" monyet, berarti saya adalah benar-benar monyet.

Jadi jelas bahwa dalam ajaran Quran, orang Muslim itu derajad, harkat, martabat nya lebih tinggi dari pada Non-Muslim, karena Non-Muslim adalah binatang paling buruk.

Maka tidak heran orang-orang Muslim yang memahami Quran dengan baik akan memandang dan memperlakukan Non-Muslim dengan sikap-sikap intoleran dan merendahkan, karena sesungguhnya mereka hanya mencoba mengikuti ajaran Islam dengan sebaik-baiknya.