Mohon tunggu...
Nathasya Putri
Nathasya Putri Mohon Tunggu... NATE SEMANGKA

MAHASISWA UMM

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Mengajar di TPQ sebagai Salah Satu Bentuk Pengabdian Mahasiswa KKN UMM

25 Juni 2021   20:00 Diperbarui: 25 Juni 2021   20:29 118 1 0 Mohon Tunggu...

Padat Karya, Balikpapan Utara - Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) menjadi salah satu tempat atau sarana dalam menanamkan pendidikan Agama Islam. Salah satu ilmu agama yang harus ditanamkan atau diajarkan kepada anak sejak dini selain ilmu tauhid yaitu ilmu fiqih. Ilmu fiqih sangat penting karena berisikan hukum-hukum syariat yang mengatur tatacara dalam beribadah.

Mahasiswa Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang yang beranggotakan Alghia Ramadhan, Egy Armandi, Fita Amalia, Hanny Kanavika dan Nathasya Putri melakukan pengabdian dengan mengajar di TPQ Al-Ishlah yang bertempat di Jalan. Padat Karya, RT.04, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan.

Kegiatan pengabdian tersebut dilakukan sebagai salah satu bentuk pelaksanaan program kerja mandiri yang di implementasikan di desa tempat mahasiswa tinggal sesuai dengan arahan Ibu Ikhlasul Amallynda, S.T, M.T. selaku dosen pembimbing lapangan (DPL). Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan materi tambahan yaitu fiqih kepada santri-santri yang ada di TPQ agar dapat menambah wawasan yang dimilikinya.

TPQ Al-Ishlah mempunyai peran yang sangat penting dalam membetuk karakter anak serta menciptakan generasi qur'ani di Jalan Padat Karya, RT.04, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan. Hingga saat ini TPQ Al-Ishlah mempunyai kurang lebih 75 anak didik yang terdiri dari anak usia TK hingga SMP. 

Kegiatan pembelajaran di TPQ Al-Ishlah dilakukan dimulai dari 15.00-17.00 WITA, tetapi pada saat pandemi kegiatan pembelajaran dibagi oleh beberapa kloter, ada yang mulai pukul 10.00 hingga pukul 11.00 WIB dan ada pula yang dilakukan disiang serta sore hari. Kegiatan tersebut meliputi bimbingan baca Al-qur'an menggunakan metode tilawati, yaitu santri dikelompokkan sesuai dengan tingkatan jilidnya.

dokpri
dokpri
Dengan jumlah santri yang cukup banyak, terdapat kendala dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di TPQ Al-Hikmah yaitu tenaga pendidik yang kurang memenuhi. TPQ Al-Ishlah hanya memiliki 5 orang guru, sedangkan kelas atau tingkatan jilid yang terdapat di TPQ ada 7 tingkatan yang terdiri atas kelas PAUD, Jilid 1, Jilid 2, Jilid 3, Jilid 4, Jilid 5, dan Jilid Al-Qur'an, sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran bimbingan baca Al-Qur'an dengan menggunakan metode tilawati memakan waktu yang banyak dikarenakan satu guru harus mengajar di 2 kelas atau tingkatan yang berbeda. Oleh karena itu, pemberian materi tambahan seperti Fiqih, Akidah, Shiroh, Imla', dan lainnya sangat terbatas dan jarang untuk dapat dilakukan.

Alghia dkk sebagai Mahasiswa/i PMM Universitas Muhammadiyah Malang yang bertempat tinggal di Padat Karya kemudian berinisiatif untuk melakukan pengabdian dengan mengajarkan materi fiqih kepada santri-santri yang ada di TPQ Al-Ishlah. Pengajaran materi fiqih ditujukan untuk santri yang berada di tingkatan jilid 2, dan 3. Adapun materi fiqih yang diajarkan yaitu tentang bab taharah, bab Shalat, dan Bab Zakat.

Kegiatan mengajar dilakukan pada hari Jumat 25 juni mulai pukul 10.00 hingga 11.00 WITA. Untuk memudahkan santri dalam mengingat materi, maka ada beberapa materi yang diajarkan melalui lagu, seperti menggunakan lagu potong bebek angsa untuk menghafalkan macam-macam air mutlak. Diakhir kegiatan pembelajaran, para santri diberikan beberapa pertanyaan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman yang diperoleh santri setelah kegiatan pembelajaran dilakukan.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x