Mohon tunggu...
Egi Sukma Baihaki
Egi Sukma Baihaki Mohon Tunggu... Penulis - Blogger|Aktivis|Peneliti|Penulis

Penggemar dan Penikmat Sastra dan Sejarah Hobi Keliling Seminar

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Nasib Anak dalam Belenggu Terorisme

19 Mei 2018   15:13 Diperbarui: 19 Mei 2018   15:23 373
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Anak adalah anugerah yang Tuhan berikan kepada para pasangan keluarga di dunia. Kehadirannya begitu dinanti dengan penuh sabar dan saat ia hadir ke dunia rasa gembira akan begitu meluap-luap. 

Tentu banyak pasangan yang mendambakan segera untuk memiliki buah hati. Para orang tua dari para pengantin pun biasanya menitipkan pesan kepada anak mereka untuk segera memiliki momongan, karena ingin segera memiliki cucu. 

Di antara beberapa pasangan itu, ada yang memang belum beruntung atau belum dipercaya untuk diberikan buah hati. Banyak pasangan yang berusaha sekuat tenaga, mencoba berbagai cara mulai dari pengobatan tradisional hingga menggunakan cara medis ke luar negeri. 

Saat kehamilan pun tidak mudah seperti anggapan banyak orang.  Ibu hamil sangat menjaga kandungannya dengan penuh hati-hati.  Sang ibu akan menjaga konsumsi makanan yang dimakan sehari-hari, dan mengubah posisi tubuh saat akan tidur. 

Saat kandungan semakin membesar, sang ibu mulai kesulitan untuk berjalan.  Namun, semua itu ia lalui dengan penuh rasa cinta demi sang buah hati.  

Kelahiran anak adalah jihad seorang ibu. Ada dua kehidupan yang dipertaruhkan saat itu untuk sama-sama selamat yaitu kehidupan sang ibu dan tentu saja sang anak. 

Tetesan keringat dan tenaga yang terkuras, terasa sebanding saat ibu melihat senyuman anaknya dipelukannya setelah melahirkan.  

Semua anak terlahir dalam kondisi yang suci.  Pada tahapan selanjutnyalah orang tua yang bertanggung jawab dan berperan menentukan nasib dan masa depan mereka.

Setiap anak selalui ditanamkan nilai-nilai kewajiban yang harus ia lakukan hingga ia dewasa nanti.  Namun, orang tua juga sebenarnya harus mengetahui hak dan kewajiban orang tua kepada anak-anaknya. 

Memberikan nama yang baik, memberikan asupan makanan yang baik dan bergizi, menafkahi, memberikan pendidikan yang berkualitas adalah beberapa dari hak yang harus didapatkan oleh anak dari kedua orang tuanya. 

Anak memiliki kewajiban untuk berbakti, patuh dan berbuat baik kepada orang tua. Tapi para orang tua juga harus memahami bahwa kewajiban yang sama juga berlaku bagi para orang tua kepada anak mereka. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun