Mohon tunggu...
Efrem Siregar
Efrem Siregar Mohon Tunggu... Pecinta filsafat, pengetahuan budaya dan industri

Segala yang indah harus berfungsi dan bermanfaat

Selanjutnya

Tutup

Balap Pilihan

Kualitas Lewis Hamilton Juara Dunia F1 Bukan Kaleng-kaleng, Nyetir Ban Bocor pun Bisa Menang

18 November 2020   07:45 Diperbarui: 18 November 2020   07:47 80 8 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kualitas Lewis Hamilton Juara Dunia F1 Bukan Kaleng-kaleng, Nyetir Ban Bocor pun Bisa Menang
Lewis Hamilton (foto: Instagram/lewishamilton)

Lewis Hamilton mendapat gelar juara dunia musim 2020 dalam waktu 4 bulan. Jangka waktu yang sangat cepat dibanding musim-musim sebelumnya.

Ini semua tercapai berhubung pandemi corona menjangkit banyak negara. Kalender F1 turut dirombak dan diperpendek menjadi 17 grand prix (GP) bulan dari musim sebelumnya 21 GP.

Balapan yang seharusnya start pada Maret akhirnya digeser pada Juli di sirkuit Red Bull Ring, Austria.

Pada akhirnya, GP Turki menjadi saksi kemenangan Lewis Hamilton sekaligus memantapkan gelar juara dunia ke-7 pada 15 Nopember 2020.

Ia menyamai rekor Michael Schumacher dalam perolehan gelar juara dunia terbanyak sepanjang sejarah F1.

Pencapaian fenomenal. Geliat Lewis Hamilton sudah terlihat dari musim 2014. Ia memutus dominasi pebalap Jerman Sebastian Vettel dalam meraih gelar juara empat musim berturut-turut. 

Faktor yang mendukung kemenangan Lewis turut dipengaruhi peforma tim Ferrari yang melempen (sementara ini menempati posisi ke-6 klasemen konstruktor), sementara Max Verstappen empat kali gagal menyelesaikan balapan.

Tetapi, diakui atau tidak, Lewis dan Mercedes musim ini begitu tangguh. Sejauh ini, dari 14 seri yang sudah terlewati, Lewis mencatatkan 6 kali lap tercepat di tiap grand prix. 

Tidak heran bila muncul dagelan di internet bahwa pebalap lain hanya mempunyai ambisi untuk memperkecil jarak dengan Lewis Hamilton yang hampir dipastikan menang di tiap grand prix.

F1 masih menyisakan 3 grand prix lagi hingga Desember nanti. Tetapi setidaknya, ada dua peristiwa menarik yang saya amati sejak Lewis start dari GP Austria hingga di Turki. 

Fakta-fakta berikut ini menceritakan banyak perjalanan Lewis sampai dinobatkan sebagai juara dunia.

1. Penalti 

Kemampuan Lewis menyetir tunggangannya Mercedes W11 EQ diakui sangat memukau. Namun, ia tampaknya harus lebih bersabar untuk menaati regulasi balapan.

Mengawali musim di GP Austria, Lewis diganjar hukuman penalti 5 detik yang mengakhiri posisinya turun ke peringkat keempat.

Hukuman diberikan lantaran tindakan agresifnya saat berhadapan dengan pebalap Red Bull Racing Honda Alex Albon yang menyalipnya dari sisi luar pada lap ke-61. 

Lewis mengarahkan ban depannya mengenai ban belakang mobil Alex Albon saat keduanya beradu di tikungan. Alhasil, Albon kehilangan kendali dan keluar dari track lintasan, sementara Lewis dan kendaraannya aman dari insiden tersebut.

Penalti yang unik dan langka juga diterima Lewis Hamilton ketika melakoni balapan grand prix Russia pada 27 September 2020.

Ia menerima double stop/go penalty, 5 detik karena berhenti di pintu keluar pit stop dan 5 detik untuk ilegal start di waktu bersamaan.

Lewis yang memimpin balapan selama 17 putaran harus berhenti di pit lane selama 10 detik. 

Posisinya pun melorot ke posisi 11. Dengan sisa 35 putaran, dia terus berjuang untuk mengambil alih kembali pimpinan balapan yang dikuasi rekan setimnya Bottas. 

Namun, perjuangan itu kandas karena ia hanya mampu finis di urutan ketiga.

Contoh lainnya, di Italia, ia menerima 10 detik stop/go penalty karena masuk ke pit stop saat pit stop ditutup untuk mengeluarkan safety car menyusul insiden kecelakaan tunggal Kevin Magnussen. 

Ia gagal naik podium dan menyerahkan posisi juara pertama kepada pebalap Prancis Pierre Gasly.

Tampaknya hanya hukuman penalti yang bisa menghambat Lewis untuk memenangi balapan.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x