Mohon tunggu...
Efrem
Efrem Mohon Tunggu... Pecinta bahasa Indonesia, pembelajar filsafat, wacana, dan ekonomi

Sahabat sejatimu ada di tengah malam

Selanjutnya

Tutup

Media

Tips Menulis Talk News agar Tak Bingung Mencari Berita

2 Juni 2019   01:58 Diperbarui: 2 Juni 2019   02:01 0 3 0 Mohon Tunggu...

Ada beragam berita beredar luas di masyarakat hampir di setiap lini masa media sosial.

Media seperti tidak kehabisan bahan untuk pemberitaan.

Lantas, kita bertanya, bagaimana seandainya tidak ada peristiwa untuk diberitakan? Apa yang akan dilakukan wartawan?

Sebelum sampai pada pembahasan, saya hendak menyampaikan sebuah ungkapan yang saya dapatlan sewaktu menggeluti dunia jurnalistik kampus. Ungkapan ini disampaikan media massa terkemuka AS---saya tidak ingat persis namanya, barangkali The New York Times---yang menyebutkan bahwa, "tidak ada berita yang tidak kami beritakan."

Semua peristiwa adalah berita dan dapat diberitakan. Namun, sebuah berita diukur berdasarkan nilai berita.

"Anjing memakan tulang" adalah informasi yang dapat diberitakan. 

Namun, berita semacam ini kurang bernilai untuk disampaikan kepada publik.

Berbeda halnya, ketika "Anjing memakan tulang kaki manusia", ini menjadi berita besar.

Apa saja nilai-nilai berita itu akan saya ulas di artikel berikutnya.

Bagi media nasional, masalah pencarian berita mungkin bukan sesuatu yang perlu dipikirkan keras. Ada banyak bahan berita dari Sabang sampai Merauke yang masuk ke dapur redaksi.

Karena itu, media nasional boleh dikatakan sebenarnya lebih dipusingkan untuk menentukan berita mana yang layak ditampilkan.

Masalah pemberitaan sebenarnya lebih banyak mendera media lokal. Jika tidak ada isu hangat, di situlah otak seorang wartawan menjadi emas.

Kembali pada pertanyaan awal, apa yang dilakukan wartawan seandainya tidak ada peristiwa untuk diberitakan?

Jawabannya adalah:

1. Melanjutkan berita terdahulu
2. Membuat berita bincang (talk news)

Kali ini, saya akan memfokuskan pada penulisan talk news.

Seperti yang telah saya sebutkan, talk news dapat diartikan sebagai berita bincang yang dengan kata lain menekankan berita pada pernyataan seseorang.

Talk news dikategorikan sebagai berita ringan.

Beberapa syarat yang mesti dipenuhi agar talk news mempunyai nilai berita besar, di antaranya:

1. Pemilihan narasumber
2. Jenis peristiwa yang diperbincangkan

Loh, bukankah berita harus merupakan fakta bukan dari opini seseorang?

Benar. Berita haruslah berisi fakta, bukan opini yang sarat dengan kealpaan dan kepentingan tertentu.

Namun, saat saya memberitakan ada orang yang mengomentari sebuah peristiwa, ini juga sebuah fakta.

Persoalan fakta selesai.Sekarang, kita beranjak pada proses penulisan.

1. Cari sebuah peristiwa terbaru yang sedang diperbincangkan banyak orang. Anda bisa menelusurinya melalui trending di Twitter atau Google Trends.

2. Buat kerangka berita. Seperti menulis berita pada umumnya, mulailah dengan membuat pertanyaan lewat metode 5W+1H.

3. Cari narasumber. Inilah bagian inti dari talk news. Narasumber bisa menjadi poin utama dalam berita ketimbang peristiwa yang nampaknya biasa-biasa saja. Narasumber ini contohnya, pejabat, ahli, tokoh, artis, atau akademisi.

Sebagai ilustrasi, kita baru merayakan Hari Kelahiran Pancasila. Sementara Anda adalah wartawan di Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2