Mohon tunggu...
Efrain Limbong
Efrain Limbong Mohon Tunggu... Nasionalis

Menulis Untuk Edukasi

Selanjutnya

Tutup

Kandidat

Narasi Optimis Pasangan Hebat Rebut Simpati Publik

15 November 2020   17:22 Diperbarui: 15 November 2020   17:25 35 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Narasi Optimis Pasangan Hebat Rebut Simpati Publik
Debat Publik  Pilgub Sulteng Edisi II. Doc Pri


Debat Publik Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Tengah (Sulteng) Edisi Kedua Sabtu kemarin berlangsung alot melibatkan dua Pasangan Calon  yang disiarkan secara live oleh salah satu TV Nasional.

Namun saya tidak mengulas soal materi yang diperdebatkan oleh kedua Pasangan Calon terkait tema Meningkatkan Kesejahteraan dan Pelayanan Publik Kepada Masyarakat. Karena semua masyarakat Sulteng sudah melihat langsung jalannya debat publik dan bisa menilai siapa Pasangan Calon yang unggul dalam debat tersebut.

Saya lebih tertarik mengangkat penawaran politik dari Pasangan Calon yang disampaikan pada gawean debat publik tersebut. Dimana sesungguhnya inilah momentum yang sangat baik untuk meyakinkan dan merebut simpati publik Sulteng, siapa yang gagasannya lebih unggul dan siapa yang lebih layak dipilih kedepan.

Dari debat kemarin saya melihat keunggulan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut satu Hidayat Lamakarate - Bartholomeus Tandigala (Hebat) yang memberi penekanan kepada beberapa dimensi saat menyampaikan pemaparan.

Dimana hal ini justru terlewatkan disebutkan oleh lawan debat. Apa saja penekanan Pasangan Hebat tersebut yang saya yakin telah merebut simpati publik,

Pertana, Memastikan Kehadiran Pemerintah

Calon Gubernur Hidayat Lamakarate berulang kali mengangkat narasi yang menyebutkan Memastikan Kehadiran Pemerintah terkait berbagai problematika di masyarakat. Apakah itu soal Kesejahteraan, Kemiskinan, Pengangguran, Pendidikan hingga Pelayanan Publik.

Penegasan soal kehadiran Pemerintah adalah sebuah keharusan bagi Pemimpin terhadap masyarakat dan daerah yang dipimpinnya. Karena apalah gunanya visi misi dan program yang sudah dibuat ideal, namun tidak didaratkan ke tataran grass roots oleh Pemimpinnya, karena tidak memiliki political will atau kemauan politik dalam kepemimpinan.

Pendukung Pasangan Hebat nobar debat publik. Doc Pri
Pendukung Pasangan Hebat nobar debat publik. Doc Pri

Narasi soal kehadiran Pemerintah tersebut, sesungguhnya berangkat dari kesadaran dan kepahaman terhadap kondisi yang terjadi di lapangan. Pasangan Hebat Baik Hidayat Lamakarate maupun Bartholomeus Tandigala sudah berkeliling ke pelosok daerah termasuk yang sulit dijangkau karena medan berat dan sudah menginventarisir apa saja problem yang mencuat.

Disatu sisi keduanya sebagai Birokrat juga paham terhadap kondisi lapangan, pengelolaan kebijakan dan solusi terhadap masalah yang ada, karena berpuluh tahun berhadap hadapan dengan pelayanan publik. 

Maka kata kunci soal Kehadiran Pemerintah sesungguhnya bukan sekedar 'surga telinga' bagi publik, tapi sebuah keniscayaan. Sesuatu yang mutlak dilakukan tidak sekedar diucapkan.

Kedua, Mewujudkan Apa Yang Disampaikan

Dalam sesie materi tentang Kemiskinan, Hidayat Lamakarate menegaskan bahwa, Pemerintahlah yang paling besar tugasnya dalam memfasilitasi setiap solusi terhadap  masalah yang dihadapi masyarakat. Ini membuktikan bahwa Pasangan Hebat tahu benar apa yang harus dilakukan sebagai Pemimpin yang baik.

Makanya dalam sesie Kebencanaan Hidayat kembali menegaskan, jika diberi amanah maka dirinya dengan Bartholomeus Tandigala apa mewujudkan dan melaksanakan apa yang disampaikan dihadapan masyarakat Sulteng. 

Apa yang disampaikannya menurut Hidayat bukan sekedar untuk menyenangkan masyarakat semata. Tapi harus direalisasikan. Sebagaimana yang sudah dilakukan selama keduanya mengemban tugas sebagai birokrat.

Meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menurunkan angka kemiskinan, menurunkan angka putus sekolah, kebencanasn  serta peningkatan pelayanan publik sudah dipaparkan Pasangan Hebat dihadapan masyarakat Sulteng. Namun apa gunanya sekedar dipaparkan tapi kalau tidak diwujudkan, hanya akan menjadi ucapan semata.

Maka ketika Pasangan Hebat menegaskan keduanya akan menjadi solusi terhadap problem di masyarakat dan memastikan persoalan masyarakat dapat diselesaikan bersama  sama,  maka kita meyakini Hidayat - Bartho adalah Pasangan yang paling siap bekerja cepat mewujudkan programnya untuk Sulteng.

Tiga, Menghindari Narasi Antagonistik

Penampilan Pasangan Hebat dalam sesie debat publik kedua kemarin mampu menjaga narasi  yang senantiasa on the track terhadap apa yang dibahas. Dari awal hingga akhir tak ada satu kalimat atau satu katapun yang mengandung  narasi antagonistik yakni yang meresistensi, mendegradasi atau mensegregasi hal tertentu termasuk pihak lawan debat.

Pasangan Hebat justru menghadirkan narasi dalam dimensi spirit dan optimis yang merebut simpati dan empati masyarakat yang menonton. Narasi tersebut seperti pemimpin muda, siap memberi solusi, akan bekerja cepat, memastikan kehadiran pemerintah serta mewujudkan yang disampaikan.

Narasi narasi yang optimis bahkan terselip lompatan gagasan dari Pasangan Hebat tersebut ustru sebaliknya dalam penilaian lawan debat dianggap sebagai narasi yang normatif semata. Apakah benar demikian.

Dalam pemaparan Pasangan Hebat penegasan normatif memang tidak bisa dihindarkan ini bertujuan agar tidak membias apalagi sampai terpeleset mengeluarkan narasi bernada antagonistik serta peyoratif. Karena rasanya tidak elok untuk ditonton publik.

Harus diakui performa Pasangan Hebat dalam debat publik kemarin mampu menyampaikan pesan politik dalam dimensi nilai dan simbolik yang mencerahkan kepada publik.

Salam Hebat.

VIDEO PILIHAN