Mohon tunggu...
Fakhrurradzie Gade
Fakhrurradzie Gade Mohon Tunggu... profesional -

Jurnalis, tinggal di Banda Aceh. Bekerja untuk Situs Berita ACEHKITA.COM. Stringer di The Associated Press. Pernah menerbitkan Majalah ACEHKINI.

Selanjutnya

Tutup

Digital

Ayo, Menulis di Wiki Aceh

21 Oktober 2009   09:18 Diperbarui: 26 Juni 2015   19:34 423 0 0 Mohon Tunggu...

FAKHRURRADZIE GADE
Anggota Aceh Blogger Community

Gara-gara membidani lahirnya Wikipedia berbahasa Aceh, ia sempat tak lulus matakuliah. Ini upaya anak muda melestarikan bahasa Aceh di jagat maya. Dan, Wikipedia berbahasa Aceh pun tinggal selangkah lagi.

DI awal tahun 2008, Muhammad Nabil Berri punya kesibukan baru. Saban hari ia menyambangi warung internet usai jam kuliah. Ia tak melahap situs berita atau jejaring sosial yang digandrungi kawula muda. Selama berjam-jam ia betah memelototi monitor komputer di warnet untuk memperbarui laman web yang baru dibuatnya.

Saat itu, Nabil baru saja membuat halaman Wiki dalam bahasa Aceh. Ia mengajukan proposal kepada Wikimedia Foundation untuk menyediakan halaman khusus bagi pengembangan bahasa dan budaya Aceh di situs ensiklopedi daring (online), Wikipedia. Wikipedia merupakan ensiklopedia daring yang digemari warga dunia. Keinginan Nabil untuk membidani lahirnya Wikipedia dalam bahasa Aceh, terinspirasi dari Wikipedia dalam sejumlah daerah. Sebut saja misalnya, ada Wikipedia dalam bahasa Jawa, Sunda, dan Banyumasan.

“Kenapa tidak ada dalam bahasa Aceh?” pikir Nabil waktu itu.

Dengan berbekal uang jajan sehari-hari, mahasiswa Fakultas Kedokteran ini menyambangi warnet dan menulis permohonan kepada Yayasan Wikimedia. Ia kemudian diberikan laman di ruang inkubator Wiki. Di sinilah, saban hari ia menulis dan memperbarui tentang Aceh dalam bahasa Aceh. Sebelumnya, Wikipedia hanya menyediakan informasi tentang Aceh dalam bahasa Indonesia. Nabil sendiri, sering memperbarui berbagai informasi tentang Aceh di Wikipedia berbahasa Indonesia.

Nabil tergerak untuk melestarikan bahasa Aceh. “Perlu ada Wikipedia berbahasa Aceh untuk pelestarian bahasa Aceh, dan ada keinginan dari orang untuk belajar bahasa Aceh,” kata pria kelahiran Banda Aceh 23 tahun silam.

Sejak itu, ia aktif mengampanyekan proyek barunya ini. Kampanye tak hanya dilakukan pada teman-teman kuliahnya, tetangga, dosen, penjaga pustaka tempat ia kuliah, tapi juga kepada sejumlah warga Aceh yang menetap di luar negeri yang ia kenal. Sayang, tak banyak sambutan positif yang ia peroleh.

“Tidak ada respons, mereka cuma bilang insya Allah,” kata Nabil.

Pun begitu, ia tak patah arang. Di bulan April 2008, bulan pertama ia menggarap Wikipedia berbahasa Aceh, ia berhasil menambah anggota jadi dua orang. Bulan berikutnya bertambah jadi empat, dan terus bertambah di bulan selanjutnya.

Semula, ia girang, karena ada minat dari sejumlah teman-temannya. Tapi, sayang, bertambahnya anggota justru tak menambah jumlah postingan informasi di Wiki Aceh. Karenanya, ia makin mengintensifkan kampanye. Ia sendiri setiap bulan harus memposting dan memperbarui minimal 10 informasi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x