Mohon tunggu...
Efi anggriani
Efi anggriani Mohon Tunggu... Wiraswasta

Menulislah dan biarkan tulisanmu mengikuti takdirnya-Buya Hamka

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Tujuh Belasan

16 Agustus 2019   15:51 Diperbarui: 16 Agustus 2019   15:58 0 4 0 Mohon Tunggu...

Semua tertawa melihat coreng-moreng hitam di wajah riang dan senang saat memakan krupuk dan terkena arang di wajahnya,semua gembira ketika belut meloncat dari embernya,lalu mengejarnya dan berlomba memasukkan ke dalam botol yang tersedia

Para anggota gerak jalan berlatih semua dan siaga untuk berlomba,para paskibraka dengan semangat empat lima sangat bangga berlatih untuk menghaturkan karyanya saat upacara di tujuh belas Agustus nantinya,baik yang di kota,di desa atau nanti di istana merdeka atau tempat lainnya,mereka berpencar mengabdikan karya dan kesungguhannya dengan latihan kerasnya

Bundaran tumpeng sedang diracik untuk mengikuti lomba,dengan pernak-pernik nasi kuning,sambal goreng,telur dadar,buah dan aneka ragam hiasan yang ditata begitu indahnya dengan tumpeng dan bendera kecilnya

Ketawa gembira ketika panjat pinang,para peserta melorot dan kesal namun tertawa ha..ha,merebut hadiah di ujung atas dan menggapai-gapai disoraki yang lainnya

Masih banyak variasi dan aneka lomba,semua tujuannya sama,merayakan  ulang tahun kemerdekaan  negara kita dan berbaur bersemangat berjuang dengan cara yang berbeda

Lalu malam tirakatan akan ada malam sebelumnya,mengucap syukur ke hadiratNya,memberi hadiah pada pemenang lomba dan disambut dengan sukacita ,memotong tumpeng tanda kebersamaan warga,lalu lontong sayur biasanya sebagai hidangannya,duduk di tikar semua warga,berkumpul bersama dan berharap tahun depan akan mengulanginya dengan gembira

#puisitujuhbelasan

KONTEN MENARIK LAINNYA
x