Mohon tunggu...
Efi anggriani
Efi anggriani Mohon Tunggu... Wiraswasta - Wiraswasta

Menulislah dan biarkan tulisanmu mengikuti takdirnya-Buya Hamka

Selanjutnya

Tutup

Gadget

Media Sosial Itu Memiliki Sisi Gelap dan Terang

29 Mei 2019   02:02 Diperbarui: 29 Mei 2019   02:23 47
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gadget. Sumber ilustrasi: PEXELS/ThisIsEngineering

Media sosial bisa memiliki sisi terang dan gelap mirip pisau .Pisau yang bisa membantu saat ada buah butuh untuk  dikupas untuk dimakan atau juga saat seseorang ingin melukai orang lain (yang disini sebagai analogi saja).

Sisi terang media sosial adalah menghubungkan orang-orang yang mungkin lama tidak bertemu lalu tersambung kembali,kemudian bisa untuk mengenalkan tempat wisata baru ketika seseorang mengunggah  foto saat berwisata dan memberi tag nama tempat,demikian  juga untuk restauran,hotel dan berbagai tempat menarik lainnya.Menjadi media penjualan online.

Menjadi alat yang menggembirakan dan mempengaruhi mood(suasana hati) sebagai mood booster beberapa orang ketika fungsi 'like' seperti di Facebook atau Instagram muncul untuk mengapresiasi seseorang(tetapi tidak semua sepertinya terpengaruh oleh'like').Menjadi media online yang bisa memberitahukan tentang berita gembira dan lain sebagainya.

Sisi gelapnya adalah penggiringan opini yang menyebar sangat cepat.Satu upload an tentang seseorang dan kemudian mirip api yang mulai terbakar.Tempat orang membully sangat akut.Artis-artis dibulli netizen dan sebagainya.

Pem'viral'an dengan tujuan untuk positif  dan negatif juga bisa.Kebebasan berbicara lewat tulisan di media online yang sudah dalam tahap parah ketika'penghinaan' dan etika mulai hilang dan termasuk juga pembunuhan karakter seseorang dengan menyebarkan berita yang sengaja dibuat untuk menjatuhkan atau membuat figur seseorang terlihat lebih rendah dan orang (pembaca)kadangkala menerima semua dengan spontan lalu caci maki pun terlontar.

Untuk beberapa orang ,media sosial tertentu seperti FB dan Instagram menjadi tidak lagi menyenangkan ketika upload-upload an  sudah terasa mengusik ketenangan lalu tidak aktif lagi,beberapa orang lagi masih menganggap sebagai sesuatu yang meninggikan ego,beberapa menganggapnya biasa saja karena itu hanyalah 'alat' mirip pisau bisa bermanfaat mengiris bawang merah untuk memasak atau menggoreskan luka.

Media sosial ini juga secara besar-besaran difungsikan sebagai media dagang online.Dan cepat sekali arus promosinya.Pedagang tinggal mengupload gambar pakaian dengan ukuran dan spesifikasi bahan dan harga,yang berminat membeli bisa menanyakan lewat nomer wa atau line atau DM atau messenger dan terjadilah namanya transaksi dagang.Juga berlaku untuk berbagai produk lainnya.

Beberapa saat ini ketika FB dan Instagram  serta Wa melambat sementara ditutup yang berdagang lewat kedua media sosial ada kemudian yang menggunakan yang namanya Telegram(saya sendiri belum punya),menurut adik ipar yang seorang dosen,cara dia memberi pengumuman pada para mahasiswanya ini dengan Telegram dan katanya sangat praktis.

Ketika ada pembatasan media sosial ada yang dirugikan dan ada yang diuntungkan.Kerugian perdagangan online mencapai sekian ratus M.

Yang bisa diredam adalah jalur distribusi informasi yang mengarah pada sesuatu yang dianggap tidak benar.Hoaks dan lain sebagainya yang sedang berusaha ditekan.Apapun tujuannya saya kira sudah dipertimbangkan secara masak-masak .

Berbagai reaksi netizen terpecah antara mendukung dan menganggapnya berlebihan dengan pembatasan media sosial yang dianggapnya sebagai sesuatu yang tidak usah dilakukan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gadget Selengkapnya
Lihat Gadget Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun