Mohon tunggu...
Efi anggriani
Efi anggriani Mohon Tunggu... Wiraswasta

Menulislah dan biarkan tulisanmu mengikuti takdirnya-Buya Hamka

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Sebuah Cerita Sedih Saat Membuat Paspor

28 April 2019   08:46 Diperbarui: 28 April 2019   08:48 73 7 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sebuah Cerita Sedih Saat Membuat Paspor
Dokpri-2016

Saat itu jam tiga pagi kami berangkat dari rumah untuk mengantri di Kantor Imigrasi. Waktu itu ada pembatasan mengenai waktu.

Sesampai di tempat,di kantor itu didirikan tenda  untuk mengantri. Tetapi kami yang lumayan padat ingin mendapatkan paspor belum bisa masuk karena kantor buka jam delapan pagi,jadi pintu gerbang masih ditutup.

Suasana sudah ramai  bahkan penjual soto di trotoar jalan mulai bersiap-siap berjualan.Suasana berisik dan membicarakan sesuatu.

Di seberang jalan nampak polisi berdatangan. Ternyata ada korban kecelakaan motor.

Seorang nenek dari Sragen yang mendaftarkan umroh cucunya sedang menyeberang jalan menuju SPBU hendak ke kamar mandi, tertabrak motor. Memang suasana dini hari  masih agak gelap dan jalanan di jalan Solo yang lebar dan kendaran biasanya cukup kencang.Tas bawaannya beserta dokumen digantungkan di pagar kantor.

Suasana menjadi mengharukan ketika beberapa jam kemudian ada salah seorang utusan keluarganya mengambil barang bawaan.

Waktu itu bulan Desember 2016.Perasaan mengharu biru rasanya melihat sesuatu di seberang ditutupi kertas koran.

Waktu itu memang prosentase yang mendaftarkan lewat online belum tinggi.

Dan kebetulan ada rombongan yang lumayan banyak  dari  penduduk yang mendapatkan uang penggusuran rencana Bandara baru waktu itu yang menginginkan paspor untuk ber Umroh, jadi memang penuh sampai dibatasi.

Sejak itu beberapa saat ada peraturan yang diubah dan diumumkan lewat spanduk di depan Kantor Imigrasi ,tidak perlu datang pagi-pagi.

Syukurlah ada peraturan baru.

VIDEO PILIHAN