Mohon tunggu...
Efi anggriani
Efi anggriani Mohon Tunggu... Wiraswasta

40 tahun puasa menulis dan baru 2 bulan menulis serius tapi santai

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Berhari Kartini Masa Dulu dan Kini

22 April 2019   23:29 Diperbarui: 22 April 2019   23:59 0 4 0 Mohon Tunggu...
Berhari Kartini Masa Dulu dan Kini
Dokpri

Di masa saya Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah  Atas dulu,tanggal.21 April selalu ada Upacara Hari Kartini,kami mengenakan pakaian kebaya.

Di jaman itu mau berhari Kartini berarti saya harus mencari kebaya saya  yang lama,yang pernah saya pakai setahun lalu di tanggal yang sama,kalau tidak ya pinjam teman atau saudara.

Untuk jarik bawahan masih jarang ada yang langsung jadi,jadi kami belajar dari para orang tua kami yang rata-rata masih memakai jarit,belajar miru jarit(melipat bagian pinggir jarit lalu dijepit dengan waktu itu jepit kertas seperti sekarang ini/clip paper kecil).Lalu kami juga belajar cara memakai kain supaya yang bawah lebih kecil tapi tetap bisa berjalan,jadi pas jalan tetep bisa.Repot nggak repot itu sudah biasa.Untuk konde waktu itu belum ada sanggul modern seperti sekarang yang praktis dan tidak berat.

Untuk make up muka malah sangat sederhana karena memang make up masih sangat terbatas,salon sangat terbatas.Jadi ya paling didandani oleh seseorang yang sudah biasa mendandani,kerabat atau siapa tanpa bayar.Dan dandannya juga sangat sederhana.

Berangkat diboncengin motor atau naik becak jaman dulu dengan malu-malu.

Dan rasanya malu luar biasa kalau berdandan seperti itu.

Sekarang beda lagi,segala fasilitas ada.

Bisnis salon hampir tiap kampung ada,penyewaan pakaian ada,penjahit kebaya dari berbagai level ada.Make up sudah berlimpah tinggal pilih sesuai kemampuan.Mau didandanin orang tuanya atau ke salon.Berangkat tinggal naik mobil atau taksi ada juga yang diboncengkan motor.Segalanya lebih mudah.

Tapi pada dasarnya sama,berhari Kartini,memperingati perjuangan Ibu Kartini yang mendobrak emansipasi wanita.

Jaman dulu lumayan ribet berhari Kartini,jaman sekarang jaman praktis.Tidak mau jahit kebaya ada yang menyewakan atau membeli.Tidak mau dandan sendiri ya dandan ke salon.Pokoknya praktis.

Mau pakai model apa saja ada.Segalanya dimudahkan.Jaman memang berkembang.

Berbagai lomba diadakan seperti pemilihan mirip Ibu Kartini,saat itu yang namanya bergaya di depan panggung masih sangat jarang untuk anak-anak sekolah(modeling).