Mohon tunggu...
Effendy Wongso
Effendy Wongso Mohon Tunggu... Wartawan, fotografer, cerpenis, penulis, pecinta sastra, dan guru Sekolah Minggu Buddha (SMB)

Wartawan, fotografer, cerpenis, penulis, pecinta sastra, dan guru Sekolah Minggu Buddha (SMB)

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Luruh Hati Rembang Lara

21 Februari 2021   23:46 Diperbarui: 22 Februari 2021   00:15 157 7 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Luruh Hati Rembang Lara
Ilustrasi cerpen Luruh Hati Rembang Lara. (Effendy Wongso)

Prolog

Ujungpandang, 1999

"Pesona itu tidak datang begitu saja, Nduk!"

"Lalu, dari mana datangnya, Nek?"

"Dari dalam hati. Cinta, kasih, dan sayang. Semuanya. Jika hatimu putih, apa yang terpancar semuanya akan putih juga."

Sebelas tahun yang lalu, si kembar kecil Suci dan Ersa pernah mendengar petuah bijak itu. Dari Nenek di kampung. Meski semuanya telah berlalu, meski Nenek sudah dipanggil oleh Yang Mahakuasa, tapi petuah itu tetap menggaung. Di hati Ersa. Bukan di hati Suci.

***

31 Januari 1999

Galau Bilah Hati

"Saya tidak bohong, Ci!"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x