Mohon tunggu...
W. Efect
W. Efect Mohon Tunggu... Berusaha untuk menjadi penulis profesiobal

if you want to know what you want, you have to know what you think

Selanjutnya

Tutup

Kotak Suara

Pilkada DKI Putaran kedua

13 April 2017   15:45 Diperbarui: 13 April 2017   15:52 0 0 0 Mohon Tunggu...

Jangan Tanyakan Kenapa Jadi Begitu, Tapi Tanyakan Apa Yang Sudah Kamu Perbuat

Pada bulan April 2017 ada Agenda penting bagi masyarakat DKI Jakarta. Bulan ini menjadi saksi perubahan lima tahun kedepan. Pilkada DKI putaran kedua dilaksanakan 19 April 2017. Tentunya masyarakat sudah siap dengan pilihannya. TPS (Tempat Pemungutan Suara)  adalah saksi menjadikan Gubernur untuk masa lima tahun kedepan.

Sebelum pelaksanaan Pilkada Putaran kedua, masing-masing Calon berusaha untuk mencari simpati masyarakat dengan program-program sudah dijabarkan baik secara langsung turun ke masyarakat maupun dijabarkan melalu debat yang diselenggarakan KPU maupun debat yang dilaksanakan oleh salah satu Statiun Televisi. Dengan penjelasan program-program tersebut tentu saja masyarakat DKI sudah mulai dapat menentukan pilihannya siapa yang pantas untuk memimpin DKI lima tahun kedepan.

Di TPS, sekalipun sudah ada saksi dari masing-masing calon Gubernur, namun baik juga apabila masyarakat ikut memantau jalannya pemungutan suara termasuk mengawal hasil yang sudah disepakai bersama dalam TPS, sehingga kemungkinan besar dapat  meminimalisir kecurangan-kecurangan yang terjadi.

Pada Pilkada yang dilaksanakan serentak bulan Februari lalu, salah satu adanya ketidakpuasan dari pasangan Calon juga terkait dengan hasil yang sudah dilaporkan, bahkan ada diantara mereka menginginkan perhitungan ulang untuk kategori kartu tertentu. Kalau saja sejak dari TPS saksi dari pasangan Calon dan juga masyarakat ikut memantau jalannya perhitungan suara, tentunya masing-masing pasangan calon akan dapat menerima hasilnya, karena keputusan itu diambil berdasarkan pertimbangan saksi, saksi disini bisa dari calon pasangan namun juga masyarakat juga sebagai pemantau juga menyaksikan hasilnya

Untuk mengantisipasi ada tidaknya kecurangan dalam pelaksanaan Pilkada dapat disikapi dari awal yaitu TPS, masyarakat dapat ikut mengawal jalannnya perhitungan suara, ini sangat penting, justru masyarakat dapat berperan dan dapat memberikan masukan-masukan yang berarti agar Pilkada dapat berjalan aman, tertib dan damai

Apapun hasilnya nanti adalah keputusan yang sudah ditentukan sendiri oleh masyarakat yang terjadi di TPS, karena itu pemilih dapat membaca program-program yang pernah disampaikan baik yang disampaikan secara langsung maupun melalui debat yang dilaksanakan KPU maupun Stasiun Televisi. Bisa menjadi salah satu ukuran pertimbangan Pemilih mau diarahkan kemana pilihannya tersebut

Dan itu barangkali yang dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan, harus bagaimana sebaiknya ketika berada di TPS. Jangan tanyakan kenapa jadi begitu, tapi tayakan apa yang sudah kamu perbuat. Kalau kita menanyakan jadi begitu, barangkali yang ada dapat mendeskreditkan salah satu pasangan calon, karena merasa ada sesuatu yang kurang dan kenapa bisa begitu? Lebih baik perlu dipertanyakan apa yang sudah kamu perbuat?

Dalam hal ini apa yang sduah kamu perbuat untuk kemajuan di DKI dan hal itu dapatlah kiranya menjadikan salah satu pertimbangan juga ketika berada dibalik TPS, apa yang akan kamu perbuat?

Di TPS merupakan rahasia pribadi, anda dapat berbuat dan melihat dengan jernih pasangan mana yang dapat memberikan kesejahteraan yang dapat mengadakan perubahan-perubahan disektor-sektor penting wilayah DKI, kiranya pantauan masing-masing calon secara langsung maupun tidak langsung (melalui debat)  menjadi pertimbangan tersendiri dalam menentukan pilihan di TPS sehingga dengan apa yang dilakunan di TPS tersebut nantinya akan melahirkan sosok pemimpin DKI  dalam  kurun waktu lima tahun kedepan.

Tentukan pilihanmu segera, akan menjadi saksi di bilik tempat kamu memilih sosok Gubernur untuk merealisasikan program lima tahun kedepan. Semoga sukses DKI, aman tertib dan damai.