Mohon tunggu...
Efa Butar butar
Efa Butar butar Mohon Tunggu... Penulis - Content Writer

Content Writer | https://www.anabutarbutar.com/

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Menyikapi Perkembangan Berita Seputar Pandemi dan Virus Mutasi

4 Januari 2021   23:23 Diperbarui: 4 Januari 2021   23:45 489
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi orang sedang menonton berita. Sumber: Freepik

Belum selesai urusan COVID-19 yang mematikan, dunia kembali dikagetkan dengan hadirnya virus mutasi yang berasal dari Inggris. Virus mutasi ini disebut-sebut 70% lebih menular dibandingkan virus aslinya. Selain di Inggris, virus ini juga telah ditemukan di Belanda, Denmark, Australia dan Afrika Selatan.

Tak ingin kecolongan, pemerintah Indonesia menutup pintu masuk untuk Warga Negara Asing (WNA) yang ingin berkunjung ke Indonesia sejak 1 Januari lalu dan akan berakhir tangal 14 Januari mendatang. Pelarangan masuknya WNA ke Indonesia dilakukan karena kondisi pandemi yang belum terkendali sehingga kemungkinan masuknya virus itu tetap ada. (Sumber: Ini)

Pagi tadi, aku menonton Melaney Ricardo di Kompas TV, berbagi cerita tentang pengalamannya menjadi seorang pasien COVID-19.

Saat menjadi pasien, berita-berita tentang COVID-19 yang terus saja muncul di berbagai media pada akhirnya turut berkontribusi meningkatkan rasa khawatir. Untuk alasan tersebut, berdasarkan kisahnya, Melaney memutuskan untuk tidak menonton televisi dan memilih untuk mengisi hari-harinya dengan sukacita sampai benar-benar dinyatakan pulih.

Dari kisah yang berbeda, masih dari kalangan artis, Chelsea Olivia dan Glenn Alinskie di awal munculnya COVID-19 di Indonesia, lewat media sosialnya juga berbagi pada followers bagaimana mereka memutuskan untuk tidak mengonsumsi berita seputar pandemi yang tak henti muncul di layar televisi.

Selama pandemi berlangsung, setiap harinya kita dihadapkan pada:

  • Jumlah teraktual pasien COVID-19 di dunia, di masing-masing negara, juga di masing-masing daerah dalam satu negara
  • Jumlah teraktual pasien meninggal
  • Jumlah teraktual pasien sembuh
  • Dampak yang ditimbulkan oleh pandemi
  • Keluarga yang bunuh diri akibat terhimpit ekonomi
  • Perceraian keluarga juga akibat ekonomi
  • Karyawan yang kehilangan pekerjaan
  • Orang tua yang stress menghadapi sekolah daring anak-anaknya

Masih banyak lagi berita negatif yang lalu lalang. Secara logika, kita memang membutuhkan beberapa informasi di atas untuk mempersiapkan diri atas sesuatu yang akan terjadi. Namun, jika tidak bisa mengontrol asupan berita yang masuk ke ponsel, pada akhirnya akan membuat kekhawatiran dalam kehidupan di masa pandemi ini.

Lalu, bagaimana seharusnya menyikapi perkembangan berita tentang pandemi dan virus mutasi ini?

1. Dapatkan berita teraktual dari media terpercaya

Meski banyak berita yang beredar lewat media sosial, pastikan untuk mendapatkan berita lewat media terpercaya seperti Kompas, CNN, Metro TV dan media terpercaya lainnya.

2. Hindari menelan asupan berita secara mentah, selalu cek kebenaran sebelum menerima atau menolak berita

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun