Mohon tunggu...
Efa Butar butar
Efa Butar butar Mohon Tunggu... Penulis - Content Writer

Content Writer | https://www.anabutarbutar.com/

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

3 Selipan Pesan yang Tak Pernah Langsung Disampaikan

6 Desember 2020   23:56 Diperbarui: 7 Desember 2020   00:05 127
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Bicara tentang merantau, kurasa banyak orang yang akan sepakat kalau rasanya ahh, mantab - kata Tiktok -

Memang demikian. Senang, sedih tanggung sendiri. Saat senang sih biasanya banyak teman. Coba saja saat sedih, teman tiba-tiba hilang tanpa pemberitahuan. 

Tapi itu lumrah terjadi. Masing-masing orang punya masalah, boro-boro berbagi masalah, urusannya sendiripun mungkin tidak bisa dibereskan. Jadi ya, menikmati sedih sendirian itu - meski rasanya sesak sekali memang - ya dilumrahin aja juga. 

Sebetulnya ada banyak manfaat sedih sendirian itu:

1. Kamu tidak pernah terlihat lemah di hadapan orang lain

2. Tidak ada cela bagi orang lain untuk mengungkit kesedihan yang mungkin bisa jadi adalah kelemahanmu

3. Ngga bikin orang lain pusing

Tapi jangan keseringan, sedih sendirian terus-terusan juga sedikit menyeramkan, tau-tau "lewat" aja tanpa ada yang tau. 

Ingat, secape-capenya kerja, secape-capenya berusaha, masih ada keluarga, masih ada orang tua yang cinta, masih ada saudara yang bisa diajak berbagi suka duka. Jika tidak bisa terbuka pada semua orang, setidaknya terbuka pada orang tua. Meski mungkin tidak bisa membantu apa-apa karena terbatas jarak, bercerita itu sedikit banyak mengangkat beban yang ada di hati. 

Ngomong-ngomong tentang merantau, aku baru ngeh - kata anak muda - betapa hebatnya selama ini mamak menyuntikkan kekuatan-kekuatan yang baru kusadari menjadi bekalku berani bertarung di kota orang. 

1. Jangan Mau Dibodohin Pekerjaan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun